Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pegadaian Bangun Jembatan Permanen untUk Warga Tanjung Uma
Oleh : Hendra Zaimi/Dodo
Senin | 18-06-2012 | 13:29 WIB

BATAM, batamtoday - Masyarakat RW 04 Kampung Agas, Tanjung Uma tak perlu merasa takut lagi ketika berjalan di atas pelantar kayu yang menjadi jembatan penghubung yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, sebab jembatan semen akan segera dinikmati warga setempat.

Melalui bantuan Coorporate Social of Responbility (CSR) dari PT (Persero) Kanwil II Pegadaian Pekanbaru (Riau, Kepri dan Sumbar) sebesar Rp90 juta untuk membangun jembatan semen sepanjang 65 meter untuk menggantikan jembatan kayu milik warga penghubung antara Kampung Agas dan Tanjung Uma.

"Ini adalah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Pegadaian bukan hanya memikirkan profit oriented tapi juga dalam kepedulian sosial kepada masyarakat," ujar Kepala Kanwil II PT Pegadaian (Persero) Pekanbaru (Riau, Kepri, Sumbar) kepada batamtoday dalam acara penyerahan bantuan semenisasi Pelantar Mentigi, RW 4 Kampung Agas, Tanjung Uma, Senin (19/6/2012). 

Samsul menambahkan, selain bantuan semenisasi pelantar, pihak pegadaian juga melaksanakan sunatan masal bagi 50 anak di Masjid Jami Al-Ikhlas di Perumahan Bandar Sri Mas, Sei Panas. 

"Penyerahan bantuan CSR ini merupakan pelaksanaan ketiga di wilayah Kepri setelah dilaksanakan di Bintan dan Karimun beberapa waktu lalu," terangnya. 

Sementara itu, Wakil Walikota Batam, Rudi dalam kata sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Pegadaian yang telah peduli dan membantu masyarakat Tanjung Uma dalam pembangunan semenisasi jembatan.

"Kami dari Pemerintah Kota Batam berterima kasih atas bantuan dari pihak pegadaian, semoga bantuan terhadap masyarakat ini bisa diikuti lebih banyak lagi oleh perusahaan lain, baik pemerintah maupun swasta," ujar Rudi. 

Senada dengan Rudi, Ketua RW 4 Kampung Agas, Tanjung Uma, Abdul Karim mengatakan dengan adanya pembangunan semenisasi jembatan ini akan berguna banyak bagi aktivitas masyarakat sehari-hari dan tak menimbulkan kecemasan karena jembatan lama sudah tak layak pakai. 

"Kami masyarakat sangat terbantu dengan bantuan ini, sebab sebagai warga kami tak perlu cemas ketika berjalan di jembatan lama sebab memang sudah tak lanyak," kata Karim. 

Karim menambahkan, selain semenisasi jembatan dari pihak Pegadaian sepanjang 65 meter ini, sebelumnya warga baru menikmati jembatan sepanjang 45 dari bantuan PNPM dan jika digabung jembatan ini nantinya menjadi lebih kurang 110 meter. 

Tapi itu masih belum cukup, lanjut Karim, sebab panjang jembatan penghubung ini sepanjang 185 meter, jadi belum serta merta bisa terhubung antara Kampung Agas dan Tanjung Uma. 

"Masih ada kurang 75 meter lagi yang belum bisa dibangun, semoga tahun depan semua sudah bisa dibangun dan berguna bagi masyarakat," terangnya.