Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tunggakan Pajak Kendaraan di Anambas akan Diputihkan
Oleh : Emmi/Dodo
Jum'at | 15-06-2012 | 13:05 WIB
kadispenda-anambas.gif Honda-Batam

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Zulfahmi.

ANAMBAS, batamtoday - Belum adanya kantor Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat), kendaraan bermotor roda dua di Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini banyak yang menunggak membayar pajak, pasalnya masyarakat merasa kesulitan karena mambayar pajak harus ke Natuna.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Pemkab Anambas merencanakan akan memberi keringanan kepada masyarakat taat pajak dengan cara pemutihan pajak kendaraan. 

"Bagi masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan roda dua yang selama ini tertunggak kita rencanakan pemutihan," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Zulfahmi kepada batamtoday di sela acara sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor di Hotel Tarempa Beach, Jumat (15/6/2012). 

Zulfahmi menambahkan, rencana pemutihan tersebut merupakan kebijakan daerah karena selama ini masyarakat ingin membayar pajak namun terkendala jarak antara Natuna dengan Anambas yang cukup jauh. 

"Masyarakat ingin membayar pajaknya, namun jika membayar pajak harus ke Natuna biaya ongkos lebih mahal daripada pajak yang akan dibayarkan, kan kita kasihan dan kita juga merasakan hal yang sama mau bayar pajak tapi karena jauh dan waktu untuk menyeberang juga lama bisa seminggu pulang pergi," kata Zulfahmi. 

Zulfahmi juga menambahkan, potensi daerah untuk meningkatkan pajak asli daerah(PAD) sangat tinggi dari pajak kendaraan bermotor, dan diharapkan dapat mendongkrak PAD Anambas yang hanya Rp3,8 miliar per tahun.

"PAD kita hanya Rp3,8 miliar sehingga kita masih tergantung anggaran dari pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) alam, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kita berupaya untuk meningkatkan pajak dan menggali potensi yang ada agar ke depan kita bisa bersaing dengan daerah lain di sektor penerimaan pajaknya," katanya.