Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Efek Inflasi, Upah Buruh Cenderung Menurun
Oleh : Andri Arianto
Jum'at | 04-02-2011 | 10:32 WIB
Ilustrasi_Pekerja.gif Honda-Batam

Ilustrasi buruh dalam lukisan

Batam, batamtoday - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menerangkan, secara rill, upah buruh di Indonesia cenderung menurun sebesar 0,19 persen pada Januari 2011 sebagai efek dari inflasi.

Secara nominal dikatakannya, rata-rata upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen yaitu dari Rp 283.611 menjadi Rp 285.598. Namun kenyataannya upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 turun sebesar 0,19 persen yaitu dari  Rp226.581 menjadi Rp 226.144.

"Tingkat inflasi yang tinggi penyebabnya," kata Rusman dalam keterangan pers kepada batamtoday, 4 Februari 2011.

BPS, lanjut Rusman terus memantau perkembangan tingkat inflasi dan berharap rencana kenaikan gaji pejabat tidak terealisasi, sebab dikhawatirkan akan menganggu pola transaksi keuangan tunai dikalangan masyarakat menengah yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan data BPS, upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2011 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Desember 2010, yaitu dari Rp 38.577 menjadi Rp 38.648 per hari. Namun, secara riil mengalami penurunan sebesar 1,28 persen dibanding Desember 2010, yaitu dari Rp 28.934 menjadi Rp 28.565.
 
Sedangkan, upah nominal harian buruh bangunan (tukang mandor) pada Januari 2011 naik 0,21 persen dibanding upah Desember 2010, yaitu dari Rp 60.214 menjadi Rp 60.340 per hari. Secara riil turun sebesar 0,68 persen yaitu dari Rp 48.106 menjadi  Rp 47.779.

Upah Buruh Potong Rambut Wanita Per Kepala secara nominal, rata-rata upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen yaitu dari Rp16.911 menjadi Rp 16.995. Secara riil, upah Januari 2011 dibanding Desember 2010 turun sebesar 0,39 persen yaitu dari Rp 13.510 menjadi Rp 13.457.