PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cegah Covid-19, Komisi II DPRD Bintan Minta Akses Pelabuhan Ditutup Sementara
Oleh : Syajarul Rusydy
Kamis | 09-04-2020 | 18:20 WIB
hering-pelabuhan.jpg honda-batam
Komisi II DPRD Bintan saat gelar rapat dengar pendapat di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang. (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Komisi II DPRD Bintan meminta agar akses pintu masuk (Pelabuhan) untuk ditutup sementara.

Hal ini guna pencegahan dan antisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Kabupaten Bintan.

Salah satu anggota Komisi II DPRD Bintan, Zulfaefi mengatakan, untuk pencegahan Covid-19 ini, sudah selayaknya dilakukan secara total. Termasuk menghentikan aktivitas pintu masuk di pelabuhan.

"Karena jika hanya digenjot masyarakatnya saja, saya rasa percuma. Selagi aktivitas keluar masuknya orang dari pelubuhan masih belangsung, apalagi Pemda sudah mengeluarkan puluhan miliar Rupiah, namun hasilnya sia-sia," ujar Zulfaefi saat di hubungi BATAMTODAY.COM, Kamis (9/4/2020).

Sejauh ini, semua intansi dan Pemerintah Kabupaten Bintan, sudah beruapaya semaksimal mungkin dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 di Bintan. Mulai dari penyemprotan rutin tiap minggu, mengajak masyarakat untuk tetap berada di rumah dan lain sebagainya.

"Semua sudah kita lakukan, namun saya rasa itu percuma. Jika pintu masuk masih terbuka lebar, terlebih kapal pelni yang datang membawa penumpang dari Jakata," kata Zulfaefi.

Memang di setiap pintu masuk, sudah ada tim kusus yang mengecek kesehatan penumpang yang masuk, akan tetap itu semua tentu ada resiko dan kekawatiran terhadap penyebaran virus tersebut.

"Apalagi yang kita ketahui bersama, saat ini Jakarta bisa dikatakan masuk dalam zona merah. Tentu hal itu menjadi momok bagi kita semua, terlebih masyarakat yang bermukim di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang," sebut Zulfaefi.

Terkait masalah ini, Komisi II DPRD Bintan melakukan hering bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), KSOP Kijang, Pelindo, Pelni, dan Dishub Bintan.

"Di sini kita minta agar dalam pencegahan Covid-19 ini harus total, di mana aktivitas Kapal Pelni untuk sementara jangan masuk dulu ke Bintan. Sama seperti yang diinginkan masyarakat di sini, telebih yang tinggal di sekitaran pelabuhan," kata Zulfaefi.

Langkah ini, kata dia, perlu diambil untuk kebaikan bersama dalam memerangi Covid-19 di Bintan. Tak ingin apa yang sudah dilakukan Pemda dan juga masyarakat berujung sia-sia.

Editor: Gokli