PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pantau Stok Sembako di Tengah Wabah Covid-19, DPRD Natuna Tinjau Pasar dan Bulog
Oleh : Kalit
Rabu | 25-03-2020 | 18:16 WIB
natuna-sembako-1.jpg honda-batam
DPRD Natuna saat memantau stok beras di gudang Bulog. (Foto: Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Lintas Komisi DPRD Natuna bersama Dinas Perdagangan melakukan pengecekan ketersediaan bahan pangan sembako termasuk beras bulog di tengah adanya bencana wabah virus corona (Covid-19).

DPRD Natuna memastikan, ketersediaan bahan pangan mencukupi untuk tiga bulan ke depan dan menghindari terjadinya kelangkaan bahan pangan sehingga masyarakat menjadi panik.

Dipimpin Ketua DPRD Natuna, Andes dan anggota langsung turun ke lapangan memantau ketersediaan beras di Bulog dan stok bahan pangan sembako di Pasar Tradisional Ranai, Selasa (24/03/2020) siang.

"Untuk ketersediaan stok beras Bulog menghadapi wabah corona (Covid-19) saat ini masih aman," ucap Andes.

Tambahnya, stok beras di gudang Bulog Ranai sebanyak 100 ton dan di gudang Bulog Sedanau masih tersedia 90 ton termasuk yang belum bongkar di dalam kapal.

Andes menjelaskan, kebutuhan beras bulog per bulannya disaat situasi normal mendistribusikan sebanyak 150 ton per bulan. Dengan adanya wabah Covid-19 ini, pihak Bulog berencana akan menambah distribusi beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat ini.

Selain ketersediaan stok beras bulog, hasil pengecekan dan pemantauan di lapangan harga sembako di Pasar Tradisonal Ranai masih relatif stabil belum ada lonjakan harga yang signifikan.

"Untuk harga sembako seperti cabai, minyak makan dan ikan masih stabil hanya saja keluhan pedagang sepi dari pembeli," sebutnya.

Akibat dampak wabah virus corona dan pemberlakuan untuk menghindari keramaian sehingga sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat merasa khawatir berbelanja ke pasar.

Harga sembako di Pasar Tradisional Ranai masih relatif stabil hanya saja keluhan pedagang kepada DPRD sepi dari pembeli dampak wabah corona (Covid-19).

Dalam sidak, para pedagang pasar menyampaikan, jahe merah menjadi barang langka semenjak virus Covid-19 menjadi bencana nasional.

Menurut penuturan pedagang, warga membeli jahe merah untuk diolah menjadi jamu, kemudian dikonsumsi untuk ketahanan tubuh.

Andes mengimbau kepada masyarakat Natuna jangan sampai terjadi panik buying (pembelian berlebih-lebihan) agar tidak menganggu ketersediaan pangan. Terlebih adanya juga imbauan pihak aparat kepolisian untuk tidak menimbun sembako dan memanfaatkan situasi wabah corona untuk mencari keuntungan.

Ia mengajak masyarakat Natuna untuk bersama-sama melawan wabah virus corona dengan tetap menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan, aktivitas olahraga, minum vitamin untuk menambah kekebalan tubuh. "Hindari keramaian serta berdoa, beriktiar agar virus corona cepat berlalu, tutupnya.

Turut hadir pengecekan ketersediaan bahan pangan sembako termasuk beras bulog selain Ketua DPRD Natuna, Andes Putra, Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik, Ketua Komisi I Wan Harismunandar, Ketua Komisi II Marzuki dan anggota DPRD Azy Aska, Hendri FN. (*)