PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rabbial Muslim Nasution di Mata Warga Jalan Jangka

Sempat Jualan Sate di Petisah, Pelaku Bom Bunuh Diri Pindah Setelah Menikah
Oleh : Nando Sirait
Rabu | 13-11-2019 | 17:16 WIB
bes-medan.jpg honda-batam
Bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019). (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kawasan Jalan Jangka, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, biasanya terkenal dengan kawasan yang cukup tenang. Namun, pada Rabu (13/11/2019) siang, tiba-tiba saja dihebohkan dengan kedatangan para petugas kepolisian, guna melakukan pemeriksaan terhadap salah satu rumah warga bernomor 89 B, yang diketahui milik Irwansyah Nasution.

Adapun kedatangan para petugas tersebut, merupakan rangkaian lanjutan pemeriksaan pasca terjadinya ledakan dan tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu pagi.

Dari data yang didapat tim liputan BATAMTODAY.COM, diketahui pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution, 24 tahun. Dari data kependudukannya, pelaku diketahui tinggal di rumah orangtuanya yang berada di Jalan Jangka nomor 89 B, Medan Petisah.

Sementara data pihak kepolisian, pelaku masuk ke kawasan Polrestabes Medan menggunakan jaket dari salah satu aplikasi ojek online, dan beralasan ingin melakukan pengurusan SKCK. Peristiwa Bom bunuh diri ini sendiri diketahui meledak sekitar pukul 08.45 WIB.

Salah satu tetangga pelaku yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku tidak menyangka peristiwa menghebohkan bom bunuh diri itu dilakukan Rabbial Muslim Nasution. Pelaku sendiri memang diketahui merupakan salah satu pribadi yang tidak terlalu tertutup di masa lajangnya, sebelum akhirnya pindah setelah menikah kurang lebih setahun lalu.

"Pelaku sebenarnya sudah tidak tinggal di sini lagi, dia sudah pindah kalau tidak salah setahun lalu, setelah dia menikah," paparnya.

Setelah menikah dengan wanita idamannya, pelaku diketahui pindah dari rumah orangtuanya ke kawasan Marelan, yang merupakan kawasan tempat tinggal mertuanya. Sebelum pindah ke kawasan tersebut, mertua serta istrinya juga diketahui merupakan warga yang tinggal di kawasan yang sama dengan orangtua pelaku.

"Istrinya itu dulunya warga di Jangka ini, tetapi sudah pindah lima tahun lalu ke kawasan Marelan. Mereka ini kenal, kalau gak salah, sudah lama. Karena tempat tinggalnya di sini dulu itu jaraknya gak jauh," lanjutnya.

Pelaku sendiri, sebelum memutuskan untuk menikah dan pindah ke kawasan Marelan, diketahui bekerja jualan sate yang kerap berkeliling di kawasan Jalan Jangka dan sekitarnya. Hal inilah yang membuat para tetangga tidak menyangka bahwa pelaku akan nekat melakukan tindakan tersebut.

"Dia ini dulunya dikenal sebagai penjual sate padang yang kerja sama toke di dekat rumahny. Makanya dia ini sebenarnya tidak terlalu tertutup karena saya juga langganan dia kalau lewat dan sering mangkal di dekat musholla," demikian penuturan sumber yang merupakan tetangga orangtua pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Editor: Gokli