PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dihadiri Ketua KPU RI

KPU Kepri Resmi Launching Pilkada Serentak 2020
Oleh : Nando Sirait
Sabtu | 09-11-2019 | 13:04 WIB
launching-pilkada.jpg honda-batam
Ketua KPU RI, Arief Budiman dan Gubernur Kepri, Isdianto disaat melakukan prosesi penekanan tombol launching Pilkada Serentak di Kepri. (Nando)

BATAMTODAY.COM, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, resmi melaunching pelaksaanaa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk 6 kabupaten/kota yang akan diselenggarakan pada 2020 mendatang.

Bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Center, kegiatan yang dilaksanakan pada, Jumat (08/11/2019) malam ini juga dihadiri Ketua KPU RI, Arief Budiman. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, serta perwakilan dari KPU 34 Provinsi yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU RI, Arief Budiman menyatakan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. Kepri menjadi Provinsi pertama se-Indonesia, yang melakukan launching tersebut. Hal ini juga dikarenakan Kepri merupakan Provinsi pertama yang melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepri, yang telah sepakat dan menandatangani NPHD yang akhirnya dicontoh beberapa Provinsi dan Kota lainnya di Indonesia. Walau saat ini kita mengetahui masih ada beberapa daerah yang masih belum melakukan penandatanganan NPHD," tuturnya.

Dengan adanya kesepakatan antara KPU Kepri dan Pemerintah Provinsi Kepri mengenai NPHD ini, direspon baik oleh KPU RI, yang menyebarluaskan pemberitaan prosesi pelaksanaan Pilkada ke seluruh wilayah di Indonesia.

"Saat ini kalau tidak salah tinggal Solok, dan Solok Selatan saja yang belum melakukan penandatanganan NPHD. Selanjutnya, kegiatan serupa juga akan kami laksanakan di Provinsi Jambi," paparnya.

Arief menuturkan, adanya pelaksanaan kegiatan ini merupakan rangkaian sosialisasi menjelang pelaksanaan Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada September 2020. Diluar kegiatan ini, pihak KPU Provinsi Kepri nantinya akan melakukan kegiatan sosialisasi lanjutan, mulai dari pengenalan para Calon Kepala Daerah, hingga tata cara pelaksanaan Pilkada kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, kepada seluruh jajaran KPU Kepri. Arief menegaskan pelaksaan Pilkada 2020 mendatang, adalah suatu ujian yang wajib untuk dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini dikarenakan menjadi tolak ukur bagi pelaksanaan Pemilu yang akan berlangsung di 2024.

"Tolak ukur yang saya maksud adalah dari tingkat pemilih. Dalam Pileg yang bersamaan dengan Pemilu di 2019 lalu, tingkat pemilih hanya mencapai 82 persen. Ini menjadi catatan penting dan apabila angka ini mengalami penurunan, maka Pemilu 2024 mendatang kami duga akan mengalami permasalahan yang serius," tegasnya.

Dengan adanya permasalahan ini, pihaknya kembali meminta kerjasama dari stakeholder terkait guna mensukseskan Pilkada 2020 mendatang. Menurutnya, kerjasama yang baik antara KPU dan Stakeholder dalam hal ini unsur pengamanan dalam Pemilu 2019 lalu, harus dapat kembali ditingkatkan.

"Saya juga berharap selepas kegiatan ini, seluruh masyarakat yang hadir dapat langsung mengabarkan kepada teman atau saudaranya mengenai persiapan Pilkada mendatang. Hal serupa juga kami harapkan dari teman - teman media massa," tutupnya.

Editor: Chandra