PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Pengakuan Juandi Saragih Sebelum Terjun dari Jembatan Barelang
Oleh : Hendra Mahyudi
Selasa | 15-10-2019 | 18:28 WIB
cari-lombat-I1.jpg honda-batam
Proses pencarian koban terjun dari Jembatan I Barelang, Kota Batam. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ahua, supir taksi yang mengantar Juandi Saragih (33) ke Jembatan I (Raja Ali Haji Fisabilillah) Barelang, menyebutkan, sebelumnya korban mengaku hendak bertemu temannya di Barelang untuk mengambil uang.

Juandi Saragih terjun dari Jembatan I Barelang pada Senin (14/10/2019) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga kini masih belum ditemukan.

Ahua yang lazimnya dipanggil Koko mengatakan, jauh sebelum kejadian sekitar pukul 12:30 WIB, Senin (14/10/2019) siang kemarin korban meneleponnya dan meminta diantarkan ke Jembatan I Barelang.

"Iya, dia telepon aku. Awalnya dia tanya Koko di mana. Aku jawab di Nagoya, karena aku memang kerja di Nagoya. Sekitaran jam 12:30 siang itu lah, dia telepon aku," ujar Ahua saat dikonfirmasi BATAMTODAY.COM, Selasa (15/10/2019) sore.

Habis itu kata Ahua, korban langsung meminta untuk mengatarkannya ke Barelang, tepatnya ke arah Jembatan I Raja Ali Haji Fisabilillah.

"Koko bisa jemput aku tak sekarang. Aku katakan bisa, tapi aku bilang tunggu dulu sekitar 10 menit. Dan kemudian aku jemput dia dekat hotel Terang Bintang, gak jauh dari Hotel Bali," jelasnya.

Setelah itu dari percakapan selanjutnya, korban bertanya berapa ongkos yang harus dibayar agar sampai ke Barelang. Ahua mengatakan tarifnya sekitar Rp. 150 ribu. Setelah sepakat, Ahua 10 menit kemudian menjemput korban di lokasi yang telah ditentukan.

"Aku sempat tanya dia, siang-siang ke situ mau ngapain, dijawab mau ambil uang sama kawan di Jembatan Barelang. Lalu ia tegaskan lagi mau ketemu sama kawan. Dan aku tanya mau ditunggu tak, dia bilang enggak usah," lanjutnya.

Namun sesampainya di lokasi masuk Jembatan Barelang tersebut, sekitar 15 sampai 20 meter, korban menyuruhnya untuk berhenti di pinggir jalan. Ahua pun berhenti di pinggir jalan sebelah kiri, sementara korban langsung turun setelah membayar ongkos tanpa cerita apa pun.

"Dia langsung berjalan dulu ke tengah jembatan (median jalan), kan mobil berhenti sebelah kiri. Terus aku pergi patah balek jalan ke ujung jembatan, lalu belok dan balik ke Nagoya. Saat melewatinya dia udah nyeberang jalan. Dan berdiri di sebelah kanan jembatan (kalau kita dari arah Barelang ke Tembesi)," terangnya Ahua.

"Aku lewat pelan-pelan dia masih ada di sana, terus gak jauh lepas dari jembatan itu, aku tengok di spion tiba-tiba orangnya hilang (gak kelihatan)," tambahnya.

Ahua mengatakan sempat memelankan mobilnya, dan hanya penasaran sembari berpikir orang yang dia antar itu entah ke mana (gak ada berpikir hal lain) dan kemudian Ahua langsung pergi terus melanjutkan perjalanan balik ke Nagoya.

Selama perjalanan juga disebutkan korban hanya banyak diam, tidak ada berbicara apa pun. "Dia diam-diam aja. Aku tak juga terlalu memperhatikan wajahnya, sedih atau gimana," jelas Ahua menerangkan.

Sementara itu perihal korban adalan sosok transgender seperti banyak desas-desus yang beredar, Ahua tidak bisa memastikan. Hanya ia mengatakan saat itu ciri-ciri korban adalah terlihat seperti memakai topi, celana jeans tidak panjang dan juga tidak pendek. Terus pakai kaos warna pink.

"Selama ini aku belum pernah ngatar dia, tapi aku kenal dia sejauh ini karena berada di lingkungan sekitar, dia tinggal di area hotel tempat aku sering nunggu penumpang juga. Dia orangnya kadang suka diam-diam. Suaranya biasa juga, gak ada kemayunya. Suaranya normal atau seperti pria biasa saja," pungkasnya.

Editor: Yudha