PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jelang Pelantikan Presiden, Polsek KKP Periksa Identitas Penumpang yang Datang ke Batam
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 12-10-2019 | 09:41 WIB
pengecekan-di-pelabuhan.jpg honda-batam
Pengecekan penumpang yang datang ke Batam. (Romi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Polresta Barelang bersama Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) dan Satuan Polair melakukan pengecekan terhadap setiap penumpang kapal yang masuk ke Batam melalui pelabuhan domestik, Jumat (11/10/2019) sore.

Pengecekan ini diutamakan kepada para penukpang yang tidak memiliki idejtitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kapolsek Sekupang, AKP Syaiful Badawi, mengungkapkan kegiatan ini rutin dilakukan pihaknya. Tujuannya, untuk mengetahui apa tujuan mereka datang ke Batam.

"Kegiatan pengecekan penumpang ini rutin kita lakukan. Namun hari ini kita melakukan pengecekan diback up Polresta Barelang dan Sat Polair. Tujuannya untuk mengetahui apa tujuannya datang ke Batam," ujar Badawi.

Selain menjadi kegiatan rutin, pengecekan juga dilakukan untuk mengantisipasi dan menjaga Batam tetap aman dan kondusif. Ditambah lagi sebentar lagi akan dilaksanakan pelantikan presiden. Segala macam tindakan akan terus diantisipasi.

"Kita menjaga Batam agar tetap aman. Dengan mengetahui tujuan mereka datang ke Batam, tentu kita bisa mengantisipasi tindak kejahatan. Ditambah lagi akan dilaksanakannya pelantikan presiden sebentar lagi," lanjutnya.

Ditambahkan, menjelang pelantikan presiden, apapun atensi dari pimpinan akan dilaksanakan. Seperti meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan anggota bila dibutuhkan.

"Upaya maksimal akan terus kita lakukan mengikuti atensi dari pimpinan. Setiap pintu masuk Batam terutama pelabuhan akan dilakukan pengecekan terhadap para penumpang. Patroli juga akan kita tingkatkan," jelasnya.

Dalam kegiatan yang dilakukan itu, pihaknya menemukan adanya penumpang yang tidak membawa atau tidak memiliki identitas.

"Bagi penumpang yang tidak memiliki identitas kita data. Kemudian kita pastikan mereka datang ke Batam untuk keperluan apa. Kita mengarahkan mereka untuk menghubungi keluarga yang ada di Batam untuk menjemput ke pelabuhan," papar Badawi.

Dari kegiatan yang dilakukan, terdapat sekitar 7 orang penumpang yang tidak memiliki identitas. Mereka sudah didata dan diperbolehkan pergi begitu keluarga atau teman memjemput ke pelabuhan.

"Kegiatan kita lakukan dari pagi hingga sore, dan mengecek setiap penumpang yang turun, seperti Tembilahan, Selat Panjang, Dumai, Kuala Tungkal dan Buton," pungkasnya.

Editor: Gokli