PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nikmati Sajian Kerang Rebus dan Sambal Khas Melayu di Pinggir Jalan Marina, Maknyus Tenan!
Oleh : Hendra Mahyudi
Kamis | 19-09-2019 | 08:28 WIB
kerang-marina.jpg honda-batam
Kerang rebus Mak WUlan banyak diminati warga. (Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anda pencinta masakan seafood, terutama ragam makanan berjenis kerang? Datang dan coba rasakan sensasi nikmat sajian kerang rebus Marina dari Mak Wulan.

Jika harus mengutip tagline pemerhati kuliner yang juga wartawan senior Bondan Haryo Winarno, maka akan terbesit kalimat 'maknyus!!' ketika kita menyantap ragam kerang rebus dengan sajian sambal asam khas Melayu, Batam. Ingat rasa sambalnya tidak terlalu pedas dan agak sedikit asam.

Setiap hari dari pukul 14:00 WIB siang hingga pukul 21:00 WIB malam, puluhan ribu kerang beragam jenis selalu tersedia di warung makan sederhana pinggiran jalan Vegas, Marina City ini. Bu Wulan pemilik warung mengatakan, tidak menyangka bahwa peralihan model usaha dari jual beli kerang mentah menjadi kerang rebus ini membuat banyak penggemar berdatangan.

Awalnya Mak Wulan hanya bisnis jual beli kerang mentah, dan sudah Ia geluti selama delapan tahun lebih setelah pensiun dari pekerjaannya pada perusahaan swasta di Muka Kuning.

"Baru jualan kerang rebus masak kayak gini sehabis lebaran kemarin. Sebelumnya 8 tahun hanya menjual kerang mentah saja," ujarnya, Rabu (18/9/2019) sore, di lokasi usahanya Jalan Waterfront City, Marina.

Di antara kerang yang tersedia, antara lain ada kerang ranga, kerang kapis, kerang bulu, kerang lala, juga ada lokan, gongong, remis, gorap, siput sedot (cup-cup), dan ranjungan.

"Di antara itu paling laku adalah gonggong, terus kerang kapis dan kerang bulu. Gonggong dalam sehari bisa habis 100 kilogram. Kapis 30 kilogram, dan kerang bulu 100 kilogram," terangnya.

Untuk harga, Mak Wulan tidak mematok tinggi, meski hingga sekarang pelanggannya semakin banyak dan bertambah. Ia sebutkan untuk gonggong seporsi ia jual beragam, tergantung jenis dan ukuran. Rata-rata Rp25 ribu - Rp35 ribu.

Sementara untuk kerang kapis yang telah direbus rata-rata dijual seharga Rp 35 ribu dan untuk mentah Rp28 ribu. "Sedangkan untuk kerang bulu masak saya jual seharga Rp20 ribu dan mentah Rp15 ribu. Sejauh ini banyak yang beli masak atau udah direbus. Mereka merasa enak terus sambalnya juga nikmat katanya," terang Mak Wulan sembari merebus kerang pesanan.

Dalam berjualan Mak Wulan tidak sendirian, di lokasi ia dibantu suaminya bernama Nirwansyah. Iide menjual kerang ini berawal dari suaminya sendiri yang dahulunya iseng-iseng mencari lokan, lalu saat dapat banyak ia coba menjualnya dekat area Bapelkes pada tahun 2005 silam.

Karena sudah lama berjualan dan pelanggan utama dari kerang mentah sebelumnya juga sudah banyak. Sehingga ketika berjualan kerang rebus atau masak seperti saat ini, pelanggannya juga ada dan bahkan semakin banyak. Tidak hanya dari warga sipil, dari pemerintahan dan kepolisian juga sering datang membeli.

Alasan pelanggan sejauh ini karena sambal yang enak dan harga murah serta rasanya yang masih segar. Seperti yang disampaikan Borneo, salah seorang pekerja swasta. Ia sering datang pada sore hari karena ketagihan dengan sajian khas kerang Marina, milik Mak Wulan.

"Rasanya enak bang, sambal asamnya pas, dan kerang juga masih segar," ungkapnya.

Editor: Chandra