PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Di Mata Edy Putra, BJ Habibie Panutan dalam Pengembangan SDM dan Iptek
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 12-09-2019 | 19:40 WIB
habibie11.jpg honda-batam
Almarhum BJ Habibie.

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepergiaan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof Dr Ing BJ Habibie, yang merupakan bapak pembangunan Kota Batam, menyisakan kesedihan tersendiri bagi seluruh masyarakat Batam. Salah satunya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady.

Bagi Edy, sosok BJ Habibie merupakan legenda bagi Batam. Dimana ia bisa diibaratkan sebuah aset nasional dan internasional yang dimilik Indonesia.

"Beliau panutan saya dalam pengembangan sumber daya manusia dan Iptek. Bahkan saya pernah ke rumah beliau untuk minta datang ke Batam. Saya bilang, pak tolonglah berilah motivasi kepada kami, untuk bangkitkan Batam. Karena gap antara desain yang bapak visikan dulu dengan persoalan yang saya hadapi jauh sekali," kenang Edy, Kamis (12/9/2019), melalui sambungan telepon.

Bahkan dalam percakapan pengembangan industri kedirgantaraan, tambahnya, ia pun sempat bertanya kepada Habibie kenapa dirinya ingin membuat propeler R80.

"Jujur, saya sangat kehilangan dan berduka, sedih, atas kepergian beliau. Saya butuh waktu untuk bersama dan mewujudkan impian beliau mengenai adanya kawasan industri kedirgantaraan di Batam yang sekarang mulai terwujud sedikit demi sedikit di Hang Nadim," lanjutnya.

Tak disangka pertemuannya pada April 2019 lalu, kiranya menjadi saat terakhir Edy Putra Irawady bersua dengan BJ Habibie.

"Waktu April beliau pulang dari Batam ke Jakarta, saya melepasnya di pintu pesawat. Karena memang aturannya pengantar hanya sampai di situ. Beliau pun melambaikan tangannya untuk mendekat duduk bersamanya. Sekali lagi dia pegang tangan saya, saya cium tangannya, dia rangkul dan cium saya dan bilang sampai ketemu di Jakarta ya," terangnya.

Sebelumnya, pada April 2019 menyempatkan diri berkunjung ke Kantor BP Batam untuk bersilaturahmi dan bertatap muka dengan seluruh karyawan/ti BP Batam.

Kunjungannnya kala itu seolah menjadi nostalgia saat mantan Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (yang kini dikenal dengan BP Batam) ini, kembali menginjakkan kaki di Ruang Balairungsari dan disambut dengan hangat oleh Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, beserta 500 lebih perwakilan karyawan yang hadir.

BJ Habibie yang selama 20 tahun memimpin Otorita Batam mulai tahun 1978 hingga 1998, memaparkan Batam merupakan ujung tombak Indonesia.

Dalam masa kepimpinannya, Habibie membuat Batam berkembang sangat pesat, ia mengubah arah pembangunan Batam tidak hanya sekedar basis logistik pertamina, melainkan mengubah Batam menjadi proyek nasional yang memberikan nilai tambah tinggi untuk kepentingan nasional dengan menyiapkan sarana dan prasarana infrastruktur untuk mengundang investasi ke Batam.

Habibie juga mengingatkan, agar semua perencanaan Batam saat ini harus kembali pada Undang-Undang yang mengaturnya.

Editor: Yudha