PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polsek Gunung Kijang Bentuk Satgas Penanganan Karhutla
Oleh : Harjo
Selasa | 20-08-2019 | 18:04 WIB
rapat-karhutla-gkijang1.jpg honda-batam
Rapat pembentukan Satgas Karhutla Kecamatan Gunung Kijang. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Polsek Gunungkijang bersama pihak kecamatan menggelar rapat pembentukan tim Satgas penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Kantor Camat Gunung Kijang, Selasa (20/8/2019).

Camat Gunung Kijang, Arief Sumarsono dalam rapat tersebut menyampaikan, bahwa pihak kecamatan sengaja mengundang seluruh stake holder untuk mengatasi Karhutla yang kerab terjadi.

"Terima Kasih kepada pihak kepolisian, Damkar dan masyarakat yang telah membantu penanganan Karhutla. Makanya, kita membuat Satgas penanganan Karhutla di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa," katanya.

Sementara itu, Kanit Intel Polsek Gunung Kijang Iptu Ngatno meminta kepada lurah/kades, RT/RW, pengusaha dan masyarakat sama-sama peduli dalam penanganan Karhutla.

"Kita sampaikan apresiasi juga kepada perusahaan yang telah membantu untuk menyuplai air dalam penanganan Karhutla," ujarnya.

Selain itu, Ngatno, juga meminta kepada peserta rapat, terkait permasalahan di Surabaya dan Papua agar tidak mudah terpancing berita Hoax. Agar tidak menyebabkan kerugian bagi kita semua pihak, karena sudah dilakukan pendekatan dan memberikan himbauan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dalam rangka menjaga Sitkambtimas.

"Saat ini permasalahan yang sedang terjadi dinegara kita ini berawal dari sebuah isu-isu yang beredar. Adanya suatu kelompok yang mengatas namakan agama tertentu, dimana dalam ajaran tersebut terdapat aliran-aliran yang menyimpang, sehingga dengan mudah oknum-oknum melakukan provokasi dan memecah belah bangsa ini," terangnya.

"Mari kita amankan negara ini, untuk tidak terprovokasi oleh situasional yang saat ini sedang terjadi, Kami mengajak seluruh lembaga masyarakat agar menjaga keharmonisan dan mengutamakan pesan-pesan kedamaian. Jangan sampai menimbulkan keresahan, kebencian, dan perpecahan di tengah masyarakat. Seluruh perangkat harus bergandeng tangan mengajak seluruh pemuka masyarakat, untuk tetap tidak melakukan tindakan intoleran dan diskriminatif yang akan menimbulkan perpecahan antara suku, ras dan UU agama," harapnya.

Editor: Yudha