PKP

Masyarakat Karimun Gelar Doa Bersama untuk Nurdin Basirun
Oleh : Wandy
Jum\'at | 19-07-2019 | 18:16 WIB
doa-nurdin1.jpg honda-batam
Masyarakat Karimun Menggelar Doa Bersama di Panggung Rakyat Putri Kemuning Coastal Area. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Ratusan masyarakat menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moril terhadap Gubernur Kepulauan Riau non-aktif, Nurdin Basirun, di Panggung Rakyat Putri Kemuning Costal Area Karimun Tanjungbalai Karimun, Jumat (19/7/2019).

Seperti diketahui Nurdin Basirun kena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dan gratifikasi proyek reklamasi di Batam, Rabu (10/7/2019) lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Keadilan Negeri (FKN) Karimun dengan tujuan memberikan semangat serta dukungan kepada Nurdin Basirun agar tetap tabah dalam segala sesuatu yang sedang ia hadapi.

"Doa bersama yang kita laksanakan hari ini sebagai bentuk cinta kasih kita kepada Nurdin Basirun. Karena yang hadir ini merupakan rohnya dari pak Gubernur kita, sebab jika masyarakat tidak cinta kepada Nurdin tidak mungkin akan datang seramai ini," kata Ketua Koordinator FKN Karimun, Datuk Azman Zainal.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya mengenal sosok nurdin yang begitu merakyat siapapun yang bertemua dengan beliau akan merasa senang. Sehingga dengan kejadian ini masyarakat Kepri khususnya Karimun menangis sedih atas peristiwa tersebut.

"Di sini kita tidak berbicara politik, namun kita berbicara hati nurani, terkait dia jebak atau tidaknya kita hanya bisa mendoakan semoga permasalahan beliau cepat segera diselesaikan dan dapat kembali memimpin Kepri," ungkapnya.

Masyarakat Karimun berdoa dengan harapan agar permasalahan yang di hadapi oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun dapat segera selesai. Karena menurut mereka jika Nurdin bersalah semoga diampuni atas kesalahannya.

Kegiatan tersebut dihadiri, Ketua LMB Kepri, Ketua PSMTI Karimun, Apindo, Tokoh Masyarakat, Toko Pemuda, Tokoh Agama, Persatuan Muslimat NU, Ketua Pameral, LAM Tebing, dan LAM Meral.

Editor: Yudha