PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Peran Media Melawan Propaganda dan Provokasi
Oleh : Redaksi
Kamis | 20-06-2019 | 14:43 WIB
mass-media1.jpg honda-batam
Ilustrasi media massa. (Foto: Ist)

Oleh Romli S

PROPAGANDA merupakan rangkaian pesan yang bertujuan memengaruhi pikiran dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda bersifat subjektif, setiap kalimatnya memang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Pesan dengan karakteristik seperti ini begitu gamblang dipertontonkan oleh tim hukum paslon 02 terkait gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Hampir di setiap kesempatan yang memungkinkan mereka berpendapat dan kemudian dikonsumsi publik, kalimatnya selalu berbau propaganda.

Narasi narasi yang dibangun jelas hanya sekedar menciptakan opini guna menggiring masyarakat padahal saat ini proses hukum sedang berlangsung dimana semua tuduhan harus disertai dengan alat alat bukti yang valid, terukur.

Disisi lain masayarakat berharap kepada media media yang berintegritas dan memiliki kredibiltas sebagai penyedia informasi yang massif haruslah dalam pemberitaannya dapat memgantisipasi dan tidak masuk dalam framing meraka serta dapat dipertanggung jawabkan.

Gunanya, memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang proses demokrasi yang konstotusional secara damai dan bermartabat bukannya justru mempertontonkan hal hal yang tisak masuk akal dan dapat membodohi serta membuat polarisasi semakin tajam.

Media sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat agar kemajuan bangsa, persatuan dan kesatuan dapat terwujud melalui pemberitaan yang menumbuhkan optimisme bangsa.

Karena ketergantungan masyarakat terhadap peran media berhasil membentuk opini, sikap maupun perilaku masyarakat ditambah lagi ada hal yang mesti disyukuri oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya selama beberapa kali persidangan. Apa itu? Suasana di tanah air kondusif.

Tidak ada pergerakan massa dalam skala besar yang berpotensi menciptakan konflik apalagi huru-hara dan sejenisnya. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat bahwa penegakan keadilan memang selayaknya diperjuangkan dengan cara-cara damai dan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Di sinilah harusnya kita semua meminimalisir potensi kegaduhan agar tidak tercipta melalui ruang sidang dengan propoganda dan provokasi yang selanjutnya disebar oleh media. Artinya kita semua harus cermat membaca berbagai manuver politik yang ada saat ini.

Tentu kita berharap suasana dan sikap seperti ini terus terjaga sampai kapan pun. Di atas kepentingan Pilpres 2019, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang paling utama, karena seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kita boleh beda pilihan tapi bukan berartimkita tidakmbisambelerja sama dan menjaga siyuasi tetap kondusif.

Masyakarat dapat menilai saat ini apa dan siapa sesungguhnya yamg terjadi saat ini. Mari kia semua menghormati proses hukum dan kita percayakan kepada peramgkat yang memiliki kewenangan untuk bertindak tegas guna menyelamatkan persatuan dan demokrasi konstitusional yang telah disepakati oleh bangsa ini. *

Penulis adalah aktivis pers kampus dan pegiat Medsos