PKP

Menuju Indonesia Emas, BNN Kepri Mulai Sosialisasi Pra HANI ke Kaum Milenial
Oleh : Hendra
Jum\'at | 14-06-2019 | 13:04 WIB
sos-hani-19.jpg honda-batam
BNNP Kepri saat melakukan sosialisasi di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Jumat (14/6/2019). (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Setiap tanggal 26 Juni, dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (The International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking), yang mana di Indonesia sendiri juga merayakan yakni melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).

Adlin, Kasi Pencegahan BNN Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, untuk Kepri atau Batam sendiri juga akan dirayakan pada tanggal yang sama. Perayaan tersebut programnya dibagi tiga, yakni pra-HANI, kegiatan utama hari-H, dan Pasca HANI.

"Untuk hari ini merupakan rangkaian pra-Hani," ujar Adlin di Kawasan Industri Batamindo, Jumat (14/06/2019).

Adlin menjelaskan, hari Anti-Narkotika Internasional ini merupakan wujud keprihatinan akan masyarakat yang terkena penyalah gunaan narkotika, yangmana setiap tahunnya terus terjadi dan ada masyarakat yang terjerat narkotika dan obat-obat terlarang lainnnya.

"Jadi dalam hal ini perayaan bukan tentang untuk bersenang-senang, tetapi wujud keprihatinan kita akan penyalah gunaan narkoba. Dalam artian masih banyak loh orang yang menjadi penyalah guna," jelasnya.

Untuk tahun ini sendiri BNN mengangkat tema 'Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas". BNN memulai sosialisasi dengan membawa bus BNN ke sekolah-sekolah, dan juga ke pencari kerja (pencaker) yang berada di Kawasan Industri Batamindo, sembari menjelaskan tentang apa itu narkotika dan bahayanya.

"Sasaran utama kita kaum milenial, kenapa milenial? Karena kita tahu, 100 tahunnya Indonesia itu yakni 2045, dan kenapa kita katakan Indonesia Emas? Karena tahun 2045 itu, milenial sekarang adalah calon pemimpin bangsa," paparnya.

Karena hal tersebutlah BNN ingin generasi milenial Indonesia mulai paham apa itu bahaya narkoba, dampak dan penyalah gunaannya agar mereka tidak terjerumus.

Adlin menambahkan, kalau generasi milenial sekarang tidak dibimbing dan dipantau tumbuh kembangnya agar tidak terjerumus jeratan narkoba, mungkin pemimpin yang diharapkan negeri ini tidak akan muncul di tahun 2045 nanti.

"Ibaratnya, 100 nanti hadiahnya buat Indonesia apa sih? Jadi dari sekarang kita ajak kaum milenial untuk menjauhi narkotika agar di tahun emas itu Sumber Daya Manusia (SDM) kita unggul," tutupnya.

Editor: Gokli