PKP

Diduga Hina Pribumi dalam Pidato Berbahasa Tionghoa, Bobby Jayanto Dibully Warganet Tanjungpinang
Oleh : Charles Sitompul
Rabu | 12-06-2019 | 08:28 WIB
bobby-jayanto.jpg honda-batam
Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang, Bobby Jayanto, dibully warganet Tanjungpinang di media sosial facebook. Pasalnya, ia diduga rasis berpidato dalam bahasa Tionghoa pada acara sembahyang keselamatan di Pelantar II Tanjungpinang.

Selain menampilkan cuplikan bahasa Bobby Jayanto yang sudah diartikan ke dalam bahasa Indonesia, sejumlah warganet juga mengatakan, sebagai tokoh dan calon anggota DPRD Kepri, Bobby Jayanto tidak pantas berpidato rasis yang menyebut warga pribumi merupakan kulit hitam.

Dalam sebuah postingan, warganet juga menyertakan cuplikan pidato Bobby Djayanto dalam bahasa Thionghoa, berdurasi 16 menit dan sudah diartikan. Dalam postingan itu, Bobby Jayanto diduga mengungkapkan, "Perlu diketahui, pada Pemilu tahun ini, saya mendudukan 2 caleg anggota DPRD kota dari ethnis Tionghoa, dan saya minta mereka harus sukseskan perlombaan Dragon Boat ini. Berkat Kepercayaan yang diberikan termasuk saya juga terpilih di DPRD Provinsi, keuntungan kita memilih sesama etnis, bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih orang kulit hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa," tulis akun FB Jaka Anggara.

Sementara Aditya Diettzz Tresna dalam akun Info Pinang itu mengatakan, "Engko tu cari makan di tanah orang kulit hitam bob Bob," sebutnya.

Dan akun facebook Rudi Hartono mengatakan, "Jadilah tokoh yang menjadi panutan orang banyak bukan sebagian orang #hitam dan putih hanya warna #Kompak selalu #damaiituindah," ujarnya.

Akun Khalifah Jebat mengatakan, sebagai anggota dewan yang terpilih seharusnya statement begitu tidak pantas untuk di ucapkan. Apakah si bob ni lupa yang dia berpijak di daerah org kulit hitam, bagak sengak betol.

Dan Rahman mengatakan, Wajarlah hitam, Nenek moyang kami pelaut, kene trik matahari dan aee. Sementrara itu, Rcky Novrialdi mengatakan "Baru terpilih aja anda udah sok, Bilang orang KULIT HITAM. Apalagi udah dilantik, mungkin anda bilang Kami ini KULIT AYAM," sebutnya.

Netizen Fitriani Syafei, menyarankan, untuk menjaga persatuan dan kesatuan, siapapun kita, apalagi pejabat publik haruslah pikir dahulu pendapatan, jangan sampai menjadi sesal kemudian. Dan pergunakanlah bahasa pemersatu, sehingga hilang prasangka.

Sementara itu Daeng Bahar melalui akun faceboknya, membuat surat terbuka yang ditujukan pada Bobby Jayanto. Dalam surat terbukanya, Daeng Bahar mengatakan, Sehubungan dengan viralnya di media sosial terkait pidato saudara Bobby Jayanto yang disampaikan dalam bahasa Thionghoa pada acara Sembahyang Keselamatan Laut di Pelantar 2 pada sabtu malam tanggal 8 Juni 2019, yang diduga mengandung unsur RASIS.

Oleh karena itu, demi menjaga ketenangan, kedamaian dan ketentraman Kota Tanjungpinang yang selama ini sudah terjaga dengan baik, maka bersama ini perlu kami sampaikan hal hal sebagai berikut :

Meminta kepada Saudara Bobby Jayanto agar segera mengklarifikasi kebenaran terkait dugaan salah satu ucapan saudara yang dalam bahasa Indonesia nya diduga diartikan "Berkat kepercayaan yang diberikan termasuk saya juga terpilih di DPRD Provinsi. Keuntungan kita memilih sesama ethis bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih org KULIT HITAM tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis tionghwa. Jangan demi 200 atau 300 ribu kita pilih mereka".

Jika ucapan saudara Bobby Jayanto seperti pada poin 1 benar adanya, maka kami meminta penjelasan akan maksud saudara terhadap kalimat "Orang Kulit Hitam". Sebab sebagaimana isi pidato saudara menyinggung soal Pemilu 2019, maka kami berkesimpulan bahwa yang saudara maksudkan adalah Peserta Pemilu yang berkulit hitam ini adalah "Orang Pribumi". Oleh karena itu, kami minta penjelasan dan klarifikasi saudara terhadap hal ini.

Bilamana dalam waktu 1x24 jam sejak surat terbuka ini kami sampaikan, klarifikasi terhadap persoalan ini tidak saudara lakukan. Maka kami berkesimpulan hal tersebut benar adanya dan kami akan menempuh jalur hukum sebab hal ini sudah sangat jelas melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia ini.

Bobby Jayanto, yang berusaha dikonfrimasi atas Laporan yang diajukan 4 Ormas serta sejumlah ungkapan warganet ini belum memberikan tanggapan. Upaya Konfirmasi yang dilakukan melalui WA ke Handphonya juga belum ada jawaban.

Editor: Chandra