PKP

Kala Perantau Mencoba Peruntungan Kerja di Kota Batam
Oleh : Hendra Mahyudi
Senin | 10-06-2019 | 17:04 WIB
mph-mukakuning1.jpg honda-batam
Ratusan pencari kerja menunggu lowongan di Aula MPH Batamindo Industrial Park. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kota Batam sepertinya masih menjadi magnet tersendiri bagi perantau untuk mencari kerja. Hal itu terlihat dari banyaknya para pencari kerja yang memburu lowongan di Aula Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo Mukakuning paksa libur lebaran, Senin (10/6/2019).

Sebagian dari mereka baru lulus dari SMA/SMK, namun banyak juga yang baru merantau ke Batam dan ingin mencoba peruntungan di kota yang terkenal dengan industrinya.

Dari beberapa orang pencari kerja yang ditemui BATAMTODAY.COM di lokasi Aula Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning, Batam. Beberapa dari mereka ada yang baru tamat sekolah dan juga baru datang ke kota Batam.

Harapan datang ke Kota Batam untuk mengubah peruntung hidup. Tak lain karena kenyataan peluang untuk sukses di kampung halaman begitu tipis. Karena hampir menyeluruh uang-uang negara lebih banyak mengalir di ibu kota dan kota-kota besar lainnya.

Jadi sebagian dari mereka memilih merantau ke kota besar untuk merubah nasib. Meskipun semua itu tidak segampang yang dikira. Hidup di kota besar atau negeri orang penuh tantangan dan butuh peruntungan agar tetap bisa bertahan.

Seperti yang dialami Alfie Chaniago, seorang perantauan asal Sumatera Barat. Ia telah 4 tahun di kota Batam, dan beberapa pekerjaan telah pernah dia coba, hanya saja nasib buruh dengan sistim kerja kontrak hanya membawanya dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

"Dua tahun saya di satu perusahaan, selepas itu kontrak tidak diperpanjang. Hampir banyak dari kami mengalami nasib sepert ini," ujarnya, Senin (10/6/2019) di Aulah MPH Batamindo, Mukakuning.

Sementara itu, Linda Sitompul, perempuan asal Sumatera Utara yang baru tiga minggu di Batam mengaku nekat merantau karena melihat seseorang di kampungnya yang bisa dikatakan cukup sukses. Hal itu membuat Linda ingin mencoba perutungan ke kota yang terkenal dengan jembatan Barelang ini.

Hanya saja, sekian banyak lamaran yang telah dilayangkan, belum ada satupun perusahaan yang membawanya pada impiannya.

"Karena masih baru kali ya bang, mungkin Batam masih ingin saya bersabar," ungkapnya sembari tersenyum.

Itu baru dua orang saja, akan masih banyak pencari kerja baru yang tahun ini tamat sekolah dan menatap impian mereka akan masa depan hidup yang lebih cerah.

Editor: Yudha