PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menengok Kesiapan Transportasi dan Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran
Oleh : Redaksi
Senin | 27-05-2019 | 19:52 WIB
ilustrasi-transportasi.jpg honda-batam
Ilustrasi moda transportasi mudik. (Foto: Ist)

Oleh Ginanjar

LEBARAN tentu menjadi momen bagi siapapun untuk merayakannya tanpa terkecuali, pergerakan massa dari kota ke kampung halaman, tentu membutuhkan berbagai persiapan terutama strategi untuk mencegah terjadinya kemacetan yang berkepanjangan.

Langkah antisipasipun telah dilakukan, seperti pihak Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah melakukan sidak ke berbagai wilayah yang ada di Pulau Jawa menggunakan kereta khusus, yang telah dilakukan pada 23-25 April.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmono mengatakan, kegiatan inspeksi untuk melihat kesiapan moda transportasi kereta api jelang arus mudik lebaran.

Inspeksi yang dilakukannya, menyangkut kesiapan jalur, stasiun. Pelayanan, hingga SDM KAI harus benar-benar dipastikan siap dalam melayani penumpang pada masa angkutan lebaran nanti. Bahkan ia juga telah melakukan identifikasi akan titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra, mengingat arus perjalanan kereta api semakin banyak saat momen lebaran 2019.

"Titik rawan yang dimaksud dapat berupa daerah rawan banjir, tanah longsor, hingga pelemparan dan vandalisme," tuturnya.

Pihak KAI juga telah mengantisipasi kejadian tak terduga dengan menyediakan alat serta material yang ditempatkan di titik-titik tertentu sehingga jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh pegawai KAI, untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Khususnya selama momen Lebaran 2019.

Dengan segala persiapan yang matang, tentu kita semua berharap agar moda transportasi Kereta Api selama masa arus mudik maupun arus balik lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar dan terkendali.

Menteri perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menghimbau agar tidak menggunakan sepeda motor saat mudi lebaran tahun 2019. Untuk mengantisipasinya Kementrian Perhubungan sudah menyediakan mudik gratis untuk mudik lebaran tahun 2019.

Tersedianya mudik gratis tersebut, bertujuan untuk mendorong masyarakan beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum dan menekan angka kecelakaan. "Secara khusus saya sampaikan penggunaan motor untuk mudik tidak dilakukan," tutur Menhub Budi Karya, saat Car Free Day di Bundaran HI.

Budi juga menghimbau agar pihak swasta juga turut andil dalam memberikan Corporate Social ResponsibilitY (CSR) dalam memfasilitasi mudik gratis.

Sebelumnya Pihak Kementrian Perhubungan juga telah menyediakan jasa angkut motor gratis dengan mengggunakan kereta api jelang mudik lebaran 2019. Kuota yang disediakan sebanyak 18.096 unit untuk di Pulau Jawa.

Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran

Selain itu, ketersediaan sembako tentu menjadi masalah yang tak bisa disepelekan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok di berbagai pasar rakyat dan pasar swalayan menjelang Ramadhan dengan harga terjangkau.

Harga kebutuhan pokok seperti daging sapi masih stabil yakni Rp 120.000 per Kg, beras medium Rp 10.000 per Kg, sedangkan untuk bawang terjadi kenaikan yang sebelumnya dijual Rp 50.000/Kg, menjadi Rp 60.000/Kg, sedangkan bawang merah biasanya dijual Rp 45.000/Kg kini menjadi Rp 50.000/kg.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan menggelar Rapat Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi adanya kenaikan adanya sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, menuturkan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama puasa harus dilakukan agar dapat terjangkau dengan mudah oleh masyarakat. "Sehingga stabil dan masyarakat bisa nyaman menjalankan ibadah puasa dengan tenang," ujarnya.

Di Jawa Tengah, Kepala Disperindag Jateng Arief Sambodo menjelaskan ada beberapa faktor yang melakukan pengawasan, Diantaranya tim pengendali inflasi daerah (TPID), harga eceran tertinggi (HET). Harga Acuan dan Tim Satgas yang mengawasi penimbunan sembako.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Agus Wariyanto mengatakan, bahwa secara stok kebutuhan masih mencukupi seperti produksi beras yang masih surplus. Tidak hanya beras yang masih surplus, produksi ternak juga masih aman seperti kambing.

Ketersediaan bahan pokok merupakan sesuatu harus menjadi prioritas, hal tersebut karena menyangkut kebutuhan orang banyak, sehingga pemerintah baik pusat maupun daerah, perlu melakukan upaya dalam menjaga ketersediaan sembako menjelang Idul Fitri.

Tentunya masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan persediaan kebutuhan bahan pokok jelang Lebaran, karena pihak perintah baik pemda ataupun kementrian telah mengantisipasi hal tersebut sebelum masuk bulan Ramadhan.

Penulis adalah pengamat sosial ekonomi