PKP

Dua Bayi Kembar Meninggal di Batuaji, Saksi: Awalnya Saya Kira Anak Kucing
Oleh : Romi
Rabu | 15-05-2019 | 05:16 WIB
mayat-bayi2.jpg honda-batam
Kondisi ibu bayi kembar yang meninggal dunia terbaring lemah di rumah sakit. (Romi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kejadian miris yang mengakibatkan nyawa dua bayi kembar melayang di Batuaji, hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian.

Menurut keterangan M (22), salah seorang penghuni kontrakan tempat sang ibu bayi, NK (24) nekat melahirkan sendiri di kamarnya, awalnya menghira bayi itu adalah anak kucing.

Sebab, kondisi kamar saat itu dalam keadaan gelap. Sehingga, Ia harus menerangi ruangan kamar menggunakan lampu dari ponsel miliknya.

"Saya tidak bisa masuk kamar, karena pintu dikunci dari dalam. Kebetulan kaca jendela kamarnya ada yang pecah, jadi saya mengintip dari sana, dengan menyibak tirainya," aku M, saat berada di RSUD Embung Fatimah, Rabu (15/5/2019) dini hari.

Dijelaskan M, saat melihat dari jendela, Ia mendapat NK terbaring lemah di kasur. Sementara lantai dipenuhi cairan seperti darah. Sepintas Ia juga melihat sesosok makhluk kecil berlumuran darah.

"Awalnya saya mengira kalau itu adalah anak kucing. Tapi saya pastikan lagi, dan melihat ada bentuk kaki mungil. Disanalah saya yakin kalau itu bayi. Kondisi kamar gelap, jadi saya melihat menggunakan lampu dari ponsel," terangnya.

Selama ini, se isi rumah kontrakan sudah curiga dengan kondisi perut NK yang kian membesar. Namun saat ditanya, NK selalu berkilah mengidap penyakit pada perutnya.

"Kami sudah curiga, tapi NK tidak mau mengaku. Sampai akhirnya kejadian ini yang membuktikan," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Perumahan Permata Puri digegerkan dengan temuan mayat kembar di kamar salah satu rumah kontrakan, Selasa (14/5/2019) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Mirisnya, satu bayi ditemukan dalam ember yang sudah ditutup dengan alas kasur. Sementara bayi lainnya tergeletak di atas kasur dengan darah bersimbah di lantai.

Untuk ibu bayi yang diketahui berinisial NK (24), saat ini harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Diduga, ia mencoba melahirkan sendiri di dalam kamar dan mengalami pendarahan.

Sedangkan jenazah kedua bayi saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Editor: Gokli