PKP

Mengenal Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox
Oleh : Redaksi
Selasa | 14-05-2019 | 18:04 WIB
cacar-monyet1.jpg honda-batam
Cacar Monyet atau Monkeypox.

0leh : K. A. Supriadi

Dalam beberapa hari ini kita dikejutkan dengan berita tentang cacar monyet atau dalam dunia medis biasa disebut monkey pox. Cacar monyet adalah penyakit cacar tapi bukan cacar atau small pox seperti yang kita kenal selama ini, karena sejak tahun 1980 dunia telah bebas cacar dan dinyatakan oleh WHO.

Penyakit cacar yang disebabkan oleh virus variola memang sudah lama punah. Namun penelitian terbaru mengungkap variola bisa saja sudah menyerang manusia sejak 400 tahun lalu.

Infeksi virus cacar monyet termasuk zoonotic diseases atau penyakit zoonosis yaitu infeksi yang menular dari binatang vertebrata ke binatang lain atau ke manusia. Infeksi cacar monyet pada manusia pertama kali dilaporkan di Kongo tahun 1970 pada seorang anak umur 9 th. Setelah Kongo selanjutnya banyak kasus dilaporkan di Afrika yaitu di Pantai Gading, Liberia, Nigeria dan Sierra Leone dan 90 % kasusnya adalah anak di bawah umur 15 tahun. WHO menyebut virus cacar monyet yang menyerang manusia dengan istilah Human Monkeypox virus (MPXV).

Gejala Klinis dari cacar monyet ini pada manusia tidak hanya di Afrika tapi juga di Amerika Serikat, dimana pada Juni 2003 ditemukan lebih dari 70 orang terinfeksi monkeypox. Berbeda dengan di Afrika yang mayoritas menyerang anak, di Amerika 31 % kasus pada umur kurang dari 18 tahun, dan 69 % umur di atas 18 tahun. Human Monkeypox virus (MPXV) menular ke manusia dari binatang yang terinfeksi cacar monyet dengan cara kontak langsung melalui luka atau cairan tubuh, gigitan atau cakaran atau trauma yang lain.

MPXV diduga juga dapat menular dari orang ke orang walaupun kejadiannya lebih kecil dibanding cacar / smallpox. Setelah tertular mulailah masa inkubasi sekitar 4 - 20 hari, selanjutnya timbul gejala awal atau stadium prodromal yang berlangsung selama 1-10 hari. Gejala pada stadium prodromal adalah terjadi demam, menggigil, berkeringat, nyeri kepala, nyeri otot, batuk dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.

Setelah stadium prodromal terjadilah stadium eksantem yaitu mulai timbul ruam yang menjadi gelembung bernanah dengan cekungan ditengahnya seperti gelembung cacar (smallpox). Gelembung mulai dari wajah dan kemudian menyebar ke seluruh badan selanjutnya gelambung selanjutnya akan mengering dan terlepas. Stadium eksantem ini berlangsung selama 2-4 minggu.

Pencegahan Beberapa data menunjukkan bahwa orang yang pernah mendapat vaksinasi cacar (smallpox) akan terlindungi dari virus cacar monyet. Centres for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika merekomendasikan bahwa individu yang bekerja pada penanganan outbreak cacar monyet, individu yang terlibat dalam penganganan orang maupun hewan yang sakit perlu mendapat vaksinasi cacar (smallpox) Selain mudah pecah, cacar monyet atau cacar api mudah menular.

Penularannya tidak seperti pada cacar air yang melalui saluran pernapasan. Bila penderita yang terkena menggaruk cacarnya dan kemudian menggaruk bagian tubuh lain yang sehat, dengan cepat bagian tubuh tersebut akan terinfeksi. Bagian tubuh yang digaruk tadi akan mengalami luka. Kalau luka tidak diobati, akan membuat kulit terinfeksi dan membusuk.

* Diambil dari berbagai sumber pustaka

Penulis merupakan Alumnus Kesmavet FKH IPB