Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ancaman Pembantaian Kaum Emo Masih Beredar di Irak
Oleh : Redaksi/Kapanlagi.com
Kamis | 15-03-2012 | 12:50 WIB
emo65.jpg Honda-Batam

Ilustrasi remaja penganut trend Emo.

BAGHDAD, batamtoday - Pembantaian keji terhadap remaja berdandan emo yang dilakukan di Irak benar-benar mengejutkan dunia internasional. Hingga kini, remaja-remaja di Irak masih dihantui rasa takut setelah muncul sebuah selebaran yang mengancam keselamatan mereka.

Setidaknya 14 remaja telah dirajam hingga tewas dalam tiga minggu terakhir di Irak. Seolah terdapat peraturan tak tertulis, para militan Syiah terus memburu remaja beratribut emo, yakni bercelana jeans ketat, kaos dengan logo-logo band tertentu dengan paduan rambut 'miring'. 

14 mayat 'anak emo' telah dibawa ke 3 rumah sakit berbeda di Baghdad Timur setelah dihantam dengan batu dan batu bata hingga mati. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan resmi tentang identitas korban setelah mendapat larangan dari pihak berwenang. 

Menurut salah seorang dokter dari rumah sakit Al Kindi, sebagian korban meninggal setelah mendapat pukulan yang sangat keras di bagian tengkorak. "Minggu lalu saya menandatangani sertifikat kematian tiga remaja. Alasan kematiannya jelas, patah tulang tengkorak yang parah. Sebuah pukulan yang sangat keras yang benar-benar menghancurkan tengkorak korban," tutur salah seorang dokter yang enggan disebutkan namanya tersebut. 

Teror ini ternyata tidak berhenti hingga di situ. Di Kota Sadr, selebaran-selebaran ancaman telah beredar beberapa hari lalu. Bahkan para militan telah merilis 24 nama yang siap untuk mereka jadikan korban selanjutnya. 

"Ini peringatan keras bagi kalian, para wanita dan pria cabul. Jika kalian tidak meninggalkan kegiatan kotor ini dalam 4 hari maka hukuman Allah akan turun kepada kalian dari tangan para Mujahidin," tulis brosur selebaran tersebut. 

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Irak menganggap 'anak emo' sebagai fenomena satanisme yang menyebar melalui sekolah. "Mereka mengenakan pakaian ketat yang bergambar tengkorak, peralatan sekolah bergambar tengkorak dan anting di hidung dan lidah mereka serta gaya aneh lainnya," ujarnya. 

Meski begitu, Menteri Dalam Negeri Irak membantah pembantaian yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan fenomena 'emo'. Menurutnya pembantaian tersebut murni karena unsur balas dendam, sosial atau kriminal. 

"Banyak media melaporkan berita tentang fenomena yang disebut emo. Cerita tentang puluhan remaja tewas dalam berbagai cara termasuk dirajam. Tapi dari kasus pembunuhan yang kami catat, tidak ada kasus yang berkaitan dengan emo. Semua kasus yang tercatat adalah tentang balas dendam, sosial dan kriminal,".

Emo merupakan kependekan dari kata dalam bahasa Inggris, Emotional yang kemudian erat berkaitan dengan sebuah aliran musik. Bila dirunut ke belakang, banyak pengamat musik menilai emo merupakan turunan dari musik hardcore punk.