PKP

Ini Hasil Kroscek Disnaker Terkait Adanya 'PHP' Calon Pekerja PT Singatec Lobam
Oleh : Harjo
Jum\'at | 12-04-2019 | 17:16 WIB
singatac-lobam1.jpg honda-batam
PT Singatec Lobam. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan telah melakukan kroscek terkait dugaan pemberian harapan palsu (PHP) lapangan kerja di PT Singatec Lobam.

Pejabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan, Indra Hidayat kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (12/4/2019) menyampaikan, dari hasil kroscek yang dilakukan terhadap PT Singatac hahwa persuahaan tidak merasa memberikan PHP terhadap tenaga kerja lokal. Pasalnya selama ini mereka sudah mempekerjakaan tenaga kerja lokal, terutama yang non skill.

"HRD PT Singatac merasa tidak pernah memberikan harapan palsu terhadap calon pekerja lokal. Mereka sudah mempekerjakan tenaga lokal terutama pekerja yang unskill sesuai dengan kriteria kebutuhan," ungkap Indra.

Namun dari sisi lain, Singatac juga memiliki subkontraktor sebagai mitra mereka yang kemungkinan melakukan perekrutan. Sebaliknya, bisa jadi pekerja lokal yang sempat memasukkan data tersebut, untuk pekerjaan yang hingga saat ini pekerjaan dimaksud belum berjalan, sehingga pekerja lokal tersebut belum diberdayakan.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah calon pekerja lokal diberi harapan palsu oleh manajemen PT Singatac Lobam. Walaupun sudah diminta seluruh data calon pekerja, tetapi saat pekerjaan sudah dimulai, ternyata pekerja dari luar yang direkrut.

Parahnya lagi, antara manajemen Singatac dan pengelola Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, terkesan sudah sama-sama tidak peduli dengan pekerja lokal atau para calon tenaga kerja yang ada di sekitar kawasan industri tersebut.

General Meneger (GM) PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Aditya Laksamana, yang diminta komentarnya terkait pembereian harapan palsu (PHP) dari manajemen PT Singatac terhadap calon pekerja lokal, sejauh ini tidak memberikan jawaban yang jelas, justru kembali bertanya.

"Yang berita PHP singatac ya," ujar Aditya melalui pesan singkat dari ponselnya.

Selain itu, hingga kini belum ada kepastian jawaban dari pihak perusahaan tersebut. Mereka terkesan bungkam dalam masalah ini.

Editor: Yudha