PKP

Komisi IV DPRD Kepri Minta Disdik Perbaiki Sitem Beasiswa
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-04-2019 | 09:52 WIB
tdj-kepri.jpg honda-batam
Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara. (Antara)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Komisi IV DPRD Kepri meminta Dinas Pendidikan (Disdik) memperbaiki sistem pendataan dan pemberian beasiswa.

Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan, sistem pendataan, penetapan penerima beasiswa hingga penyalurannya perlu diperbaiki, jangan sampai menjadi temuan Mendagri lagi. "Tahun 2017 banyak permasalahan yang muncul akibat pemberian beasiswa karena tidak tertata secara administrasi. Semestinya itu tidak terjadi jika sistem dan pelaksanaannya sesuai prosedur dan kebutuhan," katanya, Senin (8/4/2019) seperti dikutip situs resmi Diskominfo Kepri.

Teddy mengemukakan, tahun ini tidak dianggarkan beasiswa lantaran sistem penyaluran beasiswa belum diperbaiki. Anggaran beasiswa percuma dialokasikan dalam struktur APBD Kepri jika sistem pendataan dan penyalurannya masih belum diperbaiki.

DPRD Kepri tidak menginginkan karut-marut beasiswa untuk mahasiswa Kepri terulang lagi seperti tahun 2017. "Sampai sekarang belum diperbaiki sehingga tidak dianggarkan. Seharusnya diperbaiki melalui pendataan dan verifikasi yang ketat, kemudian disalurkan secara tepat dan cepat," kata Politisi Golkar itu.

Berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri, verifikasi data mahasiswa yang menerima beasiswa wajib dilakukan setahun sebelum penyaluran bantuan tersebut. Selama ini, kata dia data penerima beasiswa dilakukan berdekatan dengan penyaluran beasiswa.

"Kami kasihan dengan mahasiswa kurang mampu, terutama yang berasal dari pesisir. Jika beasiswa itu diberikan dengan tepat, ini akan membantu mereka," ucapnya.

Semestinya memberi dampak positif kepada mahasiswa yang menerimanya. Karena itu, dia sepakat dengan program Pemerintah Kepri ketika masih dipimpin HM Sani yakni bekerjasama dengan berbagai kampus dan perusahaan sehingga mahasiswa penerima beasiswa dapat bekerja setelah lulus kuliah.

"Jadi ada dampak positifnya kepada daerah. Jangan sampai Pemprov Kepri memberikan beasiswa, tetapi ujung-ujungnya penerima beasiswa itu menjadi pengangguran setelah tamat kuliah. Jadi buat apa diberikan beasiswa," katanya.

Editor: Gokli