Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diamankan Setelah Tabrak Kapal ZMTS Malaysia

Dubes RI Acuhkan Konfirmasi Penangkapan 46 TKI Ilegal di Johor Malaysia
Oleh : Saibansah
Sabtu | 06-04-2019 | 11:19 WIB
dubes-3.jpg Honda-Batam
Pertanyaan konfirmasi BATAMTODAY.COM yang diacuhkan oleh Dubes RI di Malaysia, Rusdi Kirana. (Foto: BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Batam - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia di Malaysia, Rusdi Kirana mengacuhkan konfirmasi mengenai nasib 46 orang warga negaara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Zon Maritim Tanjung Sedili (ZMTS) Malaysia, saat mencoba kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tidak resmi, Selasa 2 April 2019 dini hari lalu.

Seperti dilansir utusan.com, 46 WNI tersebut diduga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan kembali ke Indonesia. Direktur ZMTS, Kepten Maritim Mohd Zulfadli Nayan mengatakan, penggerebekan pertama dilakukan pada pukul 8.40 malam yang berhasil menangkap 22 tersangka ketika berusaha naik kapal di Perairan Desaru. "Petugas kemudian menangkap 22 TKI ilegal yang diduga warga negara Indonesia," ujarnya.

Kemudian, para WNI itu lari dan sembunyi semak-semak dan pantai hingga tengah malam, tetapi pencarian tidak membuahkan hasil.

Mendalami nasib 46 TKI tersebut, BATAMTODAY.COM, Jum'at, 5 April 2019, pada pukul 11.01 WIB berkirim konfirmasi tiga pertanyaan ke Dubes RI di Malaysia, Rusdi Kirana. Namun, hingga berita ini diunggah, pertanyaan tersebut belum dijawab. Meski telah muncul tanda dua contreng, bukti bahwa pesan tersebut telah sampai ke handphone Dubes RI yang juga bos Maskapai Lion Air itu.

Meski demikian, sumber BATAMTODAY.COM di Kuala Lumpur mengungkapkan, diperoleh kabar bahwa Dubes Rusdi Kirana akan bertolak ke Johor Bahru Malaysia, besok, Ahad (7/4/2019). "Dubes besok akan ke Johor," ungkapnya.

Sementara itu, BATAMTODAY.COM juga mendapat kabar, akibat penangkapan itu, seorang TKI meninggal dunia, dan jenazahnya telah dikembalikan ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjunguban Bintan. Sayangnya, konfirmasi mengenai hal ini diacuhkan oleh Dubes RI di Malaysia itu.

Editor: Dardani