PKP

Kejar Target PPS, KPU Kepri 'Gerilya' ke Kampus dan Sekolah
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 14-03-2019 | 19:36 WIB
kpu-ilustasi.jpg honda-batam
Ilustrasi Pemilu. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dari 38.199 jumlah Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di 5.457 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kepri, Hingga saat ini, baru terekrut 50 Persen atau 19.099 orang yang direkrut. Sementara sisanya, KPU masih melakukan perekrutan.

Anggota KPU Kepri Widiyono Agung Sulityo mengatakan, untuk merekrut anggota KPPS sebagai pelaksana pemungutan suara di TPS itu KPU terus menyebarkan ajakan ke Kampus dan guru-guru di sejumlah sekolah atau masyarakat dilingkungan kelurahan agar bersedia menjadi anggota PPS.

"Upaya penyebaran ajakan menjadi anggota KPPS ke Kampus dan guru-guru di sekolah, serta masyarakat di kelurahan terus kami lakukan, hingga anggota KPPS ini dapat segera mencukupi,"ujar Widiyono Agung Sulityo, Kamis,(14/3/2019) di Tanjungpinang.

Agung menambahkan, adanya pembatasan pada anggota PPS pada Pemilu 2019 yang tidak membolehkan mantan PPS yang secara berturut-turut pernah mejabat dalam dua periode Pemilu, membuat KPU kesulitan mencari anggota PPS tersebut.

"Jadi anggota KPPS yang sebelumnya sudah pernah menjabat dua kali berturut-turut, tidak boleh menjadi PPS pada Pemilu 2019,"terangkanya.

Adapun syarat bagai PPS tambah Agung adalah usi minimal 17 tahun, lulus SMA, tidak terafiliasi ke parpol atau timses dari salah satu Partai Politik. Diutamakan warga yang berdomisili disekitar TPS.

Sebagai anggota PPS, KPU akan memberikan Honor kepada Ketua PPS sebesar Rp.5,050 ribu dan anggota Rp.500 ribu, uang makan dan uang tenda Rp.1 juta. "Penerimaan akan berakhir sampai 27 Maret 2019," ujarnya.

Editor: Dardani