PKP

BP Batam dan PT Bintang 99 Persada Kerjasama Bangun Pelabuhan Umum di Batuampar
Oleh : Nando Sirait
Jum\'at | 28-12-2018 | 12:52 WIB
lukita-bp-batam1.jpg honda-batam
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberi sambutan usai penandatangann kerjasama operaso dengan PT Bintang 99 Persada. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Untuk meningkatkan daya saing pelabuhan di Batam terhadap transhipment perdagangan internasional, Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerjasama dengan PT Bintang 99 Persada dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan umum di Batuampar.

Kerjasama ini dituangkan dalam Kerjasama Operasi BP Batam dan PT Bintang 99 Persada, yang ditandatangi di Ruang Rapat Planet Holiday Hotel Batam pada Kamis (27/12/2018) siang.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan bahwa kerjasama ini adalah yang pertama dilakukan di Kota Batam, berangkat dari keinginan PT Bintang 99 Persada untuk membangun pelabuhan umum di Batuampar.

"Kerjasama ini sebenarnya sudah digagas dari awal tahun lalu. Jadi skemanya adalah, PT Bintang 99 Persada membangun pelabuhan, kemudian diserahkan asetnya ke BP Batam. Nantinya akan dioperasikan oleh PT Bintang 99 Persada dalam masa 30 tahun dan bisa diperpanjang apabila masa waktunya telah selesai," ungkap Lukita.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan perjanjian kerjasama ini untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Batam. Karena pada hakikatnya, dalam pelaksanaan kerjasama operasi ini, BP Batam tidak dapat bekerja sendiri. Peran dan kerjasama instansi dan stakeholder serta masyarakat sangat diperlukan.

Hal tersebut disambut baik oleh Direktur PT Bintang 99 Persada, Yuwanky mengatakan pihaknya akan bekerja keras secara profesional sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan negara.

Yuwanky mengatakan, poin utama dari kerjasama operasi ini adalah pemisahan fungsi pelabuhan kargo dan kontainer. Selain itu, penandatanganan Kerjasama Operasi ini dilaksanakan untuk mewujudkan program pemerintah pusat yang mendukung dunia maritim dan terciptanya tol laut di Indonesia.

"Pembangunannya sendiri sudah berjalan 6 tahun, dan kami mencari momen yang tepat untuk melaksanakan kerjasama ini sebagai sebuah solusi. Karena pelabuhan yang ada, tidak boleh dicampur antara kargo dan kontainer. Nah, melihat permasalahan yang ada, BP Batam berinisiatif untuk melakukan pemisahan tersebut yang diwujudkan melalui kerjasama operasi ini," Jelas Yuwanky.

Kegiatan juga dihadiri Kepala KSOP Khusus Batam Capt. Barlet Silalahi, Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam Susila Brata, Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwianto Eko Winaryo, Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Eko Budi Supriyanto, dan Kepala Kantor Pelabuhan Laut BP Batam Nasrul Amri Latif.

Editor: Yudha