Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Waspada, Usia Muda Jadi Incaran Hepatitis C
Oleh : Redaksi/Inilah.com
Rabu | 22-02-2012 | 12:29 WIB
tato-ilustrasi-_120213203456-486.jpg Honda-Batam

Tatto, salah satu media penyebaran Hepatitis C.

BATAM, batamtoday - Jumlah kematian akibat terserang hepatitis C pada usia produktif diperkirakan bakal meningkat pada 2030.Tingkat kematiannya bisa mencapai 35.000 orang per tahun. 

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika, sekitar 3,2 juta orang Amerika terinfeksi hepatitis C. 

"Sekitar 73% kematian akibat hepatitis C terjadi pada orang berusia 45-64 tahun," kata Dr.Scott Holmberg, ketua CDC divisi virus hepatitis. 

Para peneliti dari kedua institusi tersebut sepakat penyebab utama kanker hati dan sirosis (pengerasan hati). Diperkirakan sepertiga dari orang dewasa yang terinfeksi itu tidak menyadari dirinya terinfeksi. Maklum perkembangan penyakit ini memang terbilang lambat, sehingga penderita lengah.

 

Tak ayal, kelalaian inilah yang membuat tingkat kematian akibat hepaptitis C meningkat. Ditambah lagi sampai saat ini vaksin hepatitis C belum juga ditemukan. 

Menurut Dr Eugene Schiff, direktur Center for Liver Disease, saat ini pengobatan hepatitis menjadi salah satu hambatan. 

"Pengobatan sekarang yang meliputi antivirus dan interferon sering tidak bisa ditoleransi pasien," katanya. 

Lebih 'ganas' ketimbang HIV/AIDS 

Sementara itu berdasarkan data antara 1999-200 yang dikeluarkan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), semacam pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat menyebutkan bahwa angka kematian hepatitis C lebih tinggi dari HIV. 

Seperti dikutip Healthday, dalam periode tersebut, tercatat 13.000 orang di seluruh penjuru Amerika Serikat meninggal dunia karena infeksi HIV. Angka ini masih lebih rendah dibanding kematian akibat infeksi virus lainnya yakni hepatitis C, yang jumlahnya mencapai 15.000 kasus.

 

Dari sekian banyak kasus kematian akibat infeksi Hepatitis C, usia paruh baya yang masih termasuk kategori usia produktif paling banyak menjadi korban.Tidak kurang dari 70% kasus kematian itu terjadi pada kelompok usia 45-64.  

Namu meski banyak memakan korban jiwa, kewaspadaan atas ancaman hepatitis C masih belum sebesar HIV. Dari perkiraan 32 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi saat ini, 75% di antaranya tidak menyadari kalau dirinya terinfeksi. 

"Saat ini infeksi hepatitis kronis merupakan penyebab kematian terbesar di Amerika Serikat dan sebetulnya bisa dicegah," kata Dr Scott Holmberg, kepala Bidang Epidemologi dan Surveilans CDC. 

Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dari transfusi darah, serta hubungan seksual. Pada beberapa kasus, penularan juga bisa terjadi dari ibu ke janin.