Tingkatkan Pelayanan, BP Batam Segera Operasikan BLINK di Pusat Perbelanjaan
Oleh : Nando
Kamis | 06-12-2018 | 08:52 WIB
BLINK_BP_Batam.jpg honda-batam
Mobil BP Batam Layanan Keliling (BLINK)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam, kembali membuat terobosan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kali ini BP Batam sedang mewacanakan memperluas pelayanan mobil BP Batam Layanan Keliling (BLINK), ke pusat-pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan.

Deputi V Bidang Pelayanan Umum, Irjen Pol Bambang Purwanto menyampaikan dalam tahap awal. Pihaknya akan memulai pelayanan BLINK di Kepri Mall Batam, pada Januari 2019. Nantinya petugas akan selalu berada di lokasi mulai dari Senin-Minggu.

"Kita mulai di awal tahun, dan akan beroperasion setiap hari mulai dari pukul 13.00 WIB hingga jam tutup mal. Kita mulai di satu mall dulu, kemudian kita liat progresnya," ujarnya Kamis (06/12/2018).

Bambang menambahkan, dengan adanya perluasan layanan BLINK sampai ke mal, juga akan diikuti penambahan jumlah personel yang bertugas. Selain itu, Bambang juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan penambahan armada BLINK dari dua armada menjadi enam armada.

"Kita tambah personel untuk mengawaki tambahan empat mobil tadi. Nanti personel yang bertugas di mal, juga berbeda dengan personel yang bertugas di mobil BLINK," lanjutnya.

Sementara itu, untuk daerah yang menjadi sasaran mobil BLINK di tahun 2019, Bambang belum bisa memastikannya, dan akan kembali melakukan survei lagi.

Meski jumlah permohonan lahan yang masuk lewat layanan ini belum signifikan, namun Bambang menyatakan respon masyarakat terbilang cukup positif. Bahkan, pihak BP Batam menerima saran, agar pelayanan mobil keliling ini tidak hanya beroperasi di hari-hari biasa. Tetapi juga akhir pekan, sehingga masyarakat bisa lebih mudah melakukan pembayaran perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) atau mengurus Izin Peralihan Hak (IPH)-nya.

Untuk diketahui, BP Batam mencatat jumlah transaksi yang dilakukan masyarakat melalui BLINK mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Pada periode pertama diluncurkan, ada 56 pemohon dan nilai yang dibayarkan sebesar Rp 613 juta hingga akhir Agustus.

Kemudian pada periode kedua, Oktober, mengalami peningkatan. Ada 107 pemohon dan besaran nominal yang dibayarkan sekitar Rp 914 juta.

Editor: Surya