Tender Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam Resmi Dibuka Desember
Oleh : Nando Sirait
Senin | 03-12-2018 | 14:16 WIB
angga-bp1.jpg honda-batam
Deputi II Badan Pengusahaan (BP) Batam, Yusmar Anggadinata (kanan). (Foto: Nando)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tender pengembangan Bandara Internasioanal Hang Nadim dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) resmi dibuka di bulan Desember. Deputi II Badan Pengusahaan (BP) Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan, tahapan pra kualifikasi tender sendiri akan diumumkan pada akhir Desember.

"Akhir Desember diumumkan. Kita harapkan Agustus tahun depan sudah ada pemenangnya dan melakukan penandatanganan kontrak," ujarnya saat ditemui di sela - sela kegiatan Rapat Koordinasi Data dan Informasi Geospasial, Senin (3/12/2018) di Harris Hotel, Batam Center.

Mengenai target pengerjaan proyek, pihaknya berharap September 2019 pengerjaan konstruksi sudah bisa dimulai. Dmana tugas pemenang tender dalam kerjasama ini, adalah membangun terminal 2 bandara, dan tempat kargo yang baru. Termasuk juga memperbaiki terminal 1 bandara.

Angga menambahkan, dalam proses tender BP Batam dibantu lembaga penjaminan yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. BP Batam juga bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai pelaksana fasilitas, PT Pricewaterhouse Coppers Indonesia Advisory selaku penasihat transaksi finansial teknis dan bermitra dengan Hermawan Juniarto untuk penasihat transaksi legal dan sebagai pengawas dalam pengerjaan proyek.

"Proyek ini sangat menarik bagi swasta dan BP Batam. Untuk swasta karena ada pihak yang menjamin. Dari sisi BP Batam juga menarik. Karena setelah dibangun investor, diserahkan ke BP Batam baru kontrak kerjasama. Jadi swasta dapat jaminan, BP juga dapat jaminan," lanjutnya.

Saat ini lebih kurang sudah ada 30 investor, baik dari dalam maupun luar negeri sudah menyatakan minatnya ikut tender pengembangan. Adapun nilai investasi untuk kerjasama tahap pertama ini, sebesar Rp 3,9 triliun. Bandara Hang Nadim nantinya akan dikembangkan menjadi bandara bertaraf internasional, dengan peran dan fungsi untuk mendukung industri, pariwisata, logistik dan sistem transportasi.

"Yang kami undang ada 60 perusahaan. Ada dari Jerman, Perancis, Swiss, Belgia, Korea, Jepang, Cina, Singapura, Malaysia, Amerika, Kanada. Tapi yang sudah ketemu langsung 17 perusahaan. Yang tak ketemu langsung juga ada. Total 25 sampai 30 perusahaan yang menyatakan minatnya," ujarnya.

Editor: Yudha