Laka Kerja Kembali Terjadi di PT Mos Karimun, Jari Karyawan Putus
Oleh : Wandy
Kamis | 29-11-2018 | 16:28 WIB
anwar-dprd-lingga1.jpg honda-batam
Anggota DPRD Karimun Anwar Abu Bakar. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun, Selasa (27/11/2018). Kali ini menimpa YS, jari tangan kirinya putus usati ditimpa besi plat.

"Pada saat kejadian, korban sedang melakukan pekerjaan, lalu tiba-tiba ada plat baja yang jatuh dari atas dan menimpa korban, sehingga menyebabkan korban alami patah jari tangan bagian kiri," kata Anwar, Anggota DPRD Karimun, Kamis (29/11/2018).

Diketahui keponaan anggota dewan itu bekerja sebagai Helper, pada saat terjadi kecelakaan kerja, yang bersangkutan langsung dilarikan ke rumah sakit M Sani untuk mendapatkan perawatan medis. "Setelah mendapatkan penanganan medis, pada hari Rabu (28/11/2018) YS dioperasi dan saat ini ia sedang terbaring di rumah sakit," jelasnya

Diketahui YS juga tidak memiliki jaminan keselamatan kerja oleh pihak perusahaan PT Mos. Dikatakan Anwar, pihak perusahaan terkesan mengabaikan peristiwa yang belakang telah terjadi.

"Awalnya mereka seperti mengabaikan, lalu setelah didesak minta pertanggungjawaban, akhirnya mereka mau bertanggungjawab untuk biaya perobatan," katanya.

Sebelumnya, puluhan pekerja PT Multi Ocean Shipyard (MOS) mengalami kecelakaan kerja pada Sabtu (24/11/2018) sekira pukul 15.00 WIB dan dilarikan ke RSUD M. Sani. Kecelakaan tersebut akibat percikan letusan balon udara karet (Marine Rubber Airbag).

Sehingga puluhan pekerja itu mengalami luka disekujur tubuh yang disebabkan terkena serpihan pasir dan serbuk besi yang berasal dari ledakan.

Berdasakan informasi, sekitar 23 orang pekerja dilarikan menggunakan mobil operasional menuju RSUD M. Sani dan langsung mendapatkan perawatan medis dari dokter dengan diberikan saleb pehilang rasa sakit.

"Pada saat meledak balon tersebut tepat berada dibawah kapal, dengan ledakan suara yang cukup besar, sehingga menerbangkan pasir sehingga mengenai para pekerja yang pada saat itu sedang absen pulang," kata Ari salah seorang pekerja PT Mos.

Editor: Yudha