Presiden Ajak Masyarakat Hijrah dari Ujaran Kebencian ke Ujaran Kebenaran
Oleh : Redaksi
Minggu | 11-11-2018 | 15:04 WIB
2253712746.jpg honda-batam
Presiden Joko Widodo di Bogor (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan lagi ujaran kebencian. Presiden meminta masyarakat berhijrah ke ujaran kebenaran.

"Hijrah dari ujaran-ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah ke hal-hal yang konsumtif ke hal-hal yang produktif. Karena inilah yang diperlukan bangsa kita Indonesia," kata Presiden dalam sambutannya saat penganugerahan Pini Sepuh dari Paguyuban Pasundan di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018).

Menurut Presiden, masyarakat harus menghindari penyebaran isu fitnah dan ujaran kebencian di media sosial. Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat jangan sampai terpecah belah karena isu fitnah yang disebarkan saat pemilihan presiden.

Presidem menyampaikan masih ada masyarakat yang percaya jika dirinya terkait dengan PKI. "Jangan sampai isu-isu yang sudah lama masih ada gara-gara misalnya, ini Pilihan Presiden, yang sering ada di media sosial diramaikan Presiden Jokowi itu PKI. Masih (ada) sampai sekarang," ujar Presiden.

Menurut dia, survei terakhir yang dilakukan mencatat masih sekitar 6 persen masyarakat Indonesia yang percaya fitnah bahwa Presiden terkait PKI. "Bisa tanya ke masjid dekat rumah saya, ada LDII di Solo, ada NU di Solo, Muhammadiyah ada di Solo, Persis ada di Solo, Al Irsyad ada di Solo, FPI ada di Solo. Ya tanya masjid di rumah kita. Keluarga saya muslim, bapak ibu saya muslim, kakek nenek saya muslim," tegas Jokowi.

Presiden hari ini menerima penganugerahan Pini Sepuh dari Paguyuban Pasundan. Anugerah tersebut diberikan dengan penyematan pin kujang emas dan pemberian cinderamata berupa kujang.

Editor: Surya