PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jabat Deputi IV BP Batam

Mulai 'Ngantor' di BP Batam, Mayjen Eko Budi Janji Tuntaskan Persoalan Lahan
Oleh : Irwan Hirzal
Jumat | 10-11-2017 | 11:17 WIB
Eko-Budi.jpg honda-batam
Deputi IV BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyatno. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Lima Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam kini sudah lengkap diisi oleh pejabat yang diperintahkan melalui Dewan Kawasan (DK). Itu setelah Mayjen TNI Eko Budi Soepriyatno mengisi Deputi IV bidang Pengusahaan Sarana Lainya.

Ditemui di Kantor Badan Penguasahaan Kamis (9/11/2017) siang, ia mengaku sudah berkerja selama 4 hari di BP Batam sebagai Deputi IV membidangi aset, lahan, air dan lainnya

"Ngantor sudah empat hari di BP Batam, tetapi belum hapal Batam. Saya kan prajurit aktif Kementerian Pertahanan, jadi harus ada prosedur yang harus dipenuhi. Sekarang sudah resmi bertugas di BP Batam dan masih sebagai prajurit aktif," ujar Eko kepada awak media.

Ia mengatakan, tugas yang diberikan Kementrian Pertahanan untuk memperkokoh Batam dan BP Batam. Itu, agar apa yang dicita-citakan Pemerintah Pusat terwujud, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi.

Meski sudah empat hari berkerja sebagai Deputi IV, Eko mengku masih meraba-raba permasalahan yang ada di Batam, khususnya lahan, air, aset serta ruli. Sebab, saat ini masih menerima laporan dan masukan para pejebat BP Batam yang ngetahui permasalahan.

"Saya baru menginventarisir satu persatu masukan dan masalah. Saya kira kondisi awal, harus mengetahui sebanyak-banyak mungkin informasi dan mempelajari sehingga bisa mengambil suatu kebijakan," katanya.

Ia juga mengatakan, berkomitmen bekerja maksimal, sehingga permasalahan yang ada termasuk masalah lahan, bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga apa yang menjadi visi misi Kepala BP Batam, terwujud.

"Saya baru menerima kondisi awal. Untuk membuat keputusan, kita akan kaji dulu. Ini yang saya lakukan sekarang berbeda dengan tugas saya sebelumnya di Kementerian Pertahanan. Tetapi prinsipnya sama, untuk menyelesaikan masalah dengan strategi penanganan yang berbeda," pungkasnya.

Editor: Gokli