Antisipasi Penculikan Anak

Polisi Ingatkan Siswa SD Tolak Ajakan Orang Tidak Dikenal
Oleh : Romi Chandra
Selasa | 14-03-2017 | 09:27 WIB
Patroli-Polisi-01.gif

Satuan Sabhara Polresta Barelang turun ke sekolah-sekolah memberikan sosialisasi terhadap para siswa SDN 008 Lubukbaja.(Foto:Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Mengantisipasi terjadinya penculikan anak di Kota Batam, Satuan Sabhara Polresta Barelang selain melakukan patroli rutin di seluruh wilayah Batam bahkan turun ke sekolah-sekolah memberikan sosialisasi terhadap para siswa.

Kali ini, Tim Patroli Motor Sat Sabhara Polresta Barelang mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Lubukbaja, Senin (13/3/2017). Tim memberikan pemahaman pada siswa-siswa SD agar tidak mudah diajak-ajak orang yang tidak dikenal.

"Anak-anak sangat mudah dipengaruhi orang yang tidak dikenal. Dengan diimingi mainan atau uang, mereka dengan gampang mau diajak meskipun belum mengenal orang tersebut. Karena itu, kita juga ikut turun ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan anak-anak, seperti ke SDN 008 Lubukbaja, kemarin," ungkap Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Faisal Syahroni, Selasa (14/3/2017).

Sementara Kaurbinops Sat Sabhara Polresta Barelang, Bripka Andi Hidayat, mengatakan, kegiatan seperti mendatangi sekolah-sekolah, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan timnya.

"Ini merupakan kegiatan rutin kita di saat jam sibuk masuk dan kepulangan anak-anak sekolah. Selain mengatur lalu lintas dan membantu menyeberangkan anak-anak, kami juga memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak mudah diajak orang yang tidak dikenal. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penculikan anak," tambah Andi.

Dilanjutkan Andi, pemberian pemahanan kepada anak tersebut, dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan umurnya. Dalam hal ini, meskipun pihaknya berpakaian seragam, namun terus mengedepankan bagaimana agar anak bisa memahami dan mengingat terus tentang himbauan tersebut.

"Kita juga harus bisa membuat anak tidak takut dengan seragam kita, sehingga bisa memberikan pemahaman agar mereka tidak mau diajak oleh orang yang tidak dikenal," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada guru agar mengawasi anak-anak saat pulang sekolah. Sebisa mungkin, para guru harus memiliki nomor orangtua peserta didiknya.

"Bahkan jika perlu, para guru juga harus memastikan kembali, apakah yang menjemput peserta didiknya, benar-benar keluarganya. Guru juga harus meminta nomor handphone orang yang menjemput siswanya. Semua itu bertujuan mengantisipasi terjadinya penculikan anak," tegas Andi.

MAsih kata Andi, kegiatan tersebut juga akan secara berkesinambungan. "Kami yakin, apa yang kami sampikan kepada anak-anak ini, sebelumnya sudah berjalan. Namun, kami berupaya untuk mengingatkan kembali, agar lebih berhati-hati. Kegiatan ini akan rutin kami lakukan di setiap Sekolah Dasar dan bahkan nantinya berlanjut ke sekolah menengah," pungkasnya.

Editor: Gokli