Dua Jenazah Calon TKI Korban Laka Maut di Malaysia Dipulangkan Tim DVI Polda Kepri
Oleh : Hadli
Selasa | 31-01-2017 | 19:02 WIB
Jenazah_Dipulangkan1.jpg

Dua jenazah calon TKI korban kecelakaan kapal di perairan Johor Malaysia, dipulangkan TIM DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan, Selasa (31/01/2017). (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dua jenazah calon TKI korban kecelakaan kapal di perairan Johor Malaysia, dipulangkan TIM DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan, Selasa (31/01/2017). 

"Keduanya adalah Samsuri asal Jawa Timur dan Muhtip asal Lombok," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Mapolda Kepri, Selasa.

Melalui data DVI Rumah Sakit Bhayangkara, korban bernama Samsuri asal Sambijajar, Tulungagung Jawa Timur, merupakan jenazah dengaan kode lebel 003. Teridentifikasi berdasarkan dental sidik jari properties sidik jari dengan data pembanding Iis saudara dan Solihin perangkat desa.

Sedangkan Muhlip adalah jenazah kode 013, Warga Kampung Wijen Klebu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Teridentifikasi berdasarkan medis propertis dengan keterangan data pembanding kakak korban bernama Wendah.

Pemulangan kedua jenazah tersebut, tambah Erlangga, menggunakan penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Surabaya dan Lombok.

"Untuk jenazah Zakarias asal Nusa Tenggara Timur yang juga sudah teridentifikasi akan dikirimkan ke pihak keluarga pada Rabu besok," kata Erlangga lagi.

Zakaria terindentifikasi berdasarkan dental media propertis dengan keterangan data pembanding yang dibenarkan Yuliana Ikun istri korban.

"16 jenazah lain yang ditemukan di perairan Batam dan Bintan masih diidentifikasi Tim DVI RS Bhayangkara Polda Kepri. Nanti kalau ada lagi yang teridentifikasi akan disampaikan," tutur Erlangga.

Seperti diketahui, pada 23 Januari 2017 pagi, telah terjadi kecelakaan maut pembawa calon TKI di perairan Mersing, Johor. Sejumlah jenazah dan korban selamat ditemukan di Johor.

Banyaknya korban ditemukan di Batam dan Bintan diduga karena saat ini memasuki musim angin utara, sehingga jenazah terbawa arus hingga ke Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, Tim DVI masih berupaya berkoordinasi dengan KJRI di Johor Malaysia untuk mencocokkan data yang berada di RS Bhyangkara dengan tim medis di Malaysia.

Editor: Udin