Tagihan Ditahan PT Bok Seng, Kontraktor Dikejar-kejar Rentenir
Oleh : Gokli Nainggolan
Selasa | 20-09-2016 | 19:14 WIB
buruhsegelbokseng.jpg

Para buruh menyegel PT Bok Seng Singapura yang beralamat di Tanjunguncang Batam. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sejak tagihan PT Panji Notonogoro Engineering (PNE), kontraktor dan sub kontraktor kepada PT Bok Seng Singapura, perusahaan galangan kapal di daerah Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam tidak dibayar hingga hari ini, mereka pun dikejar-kejar rentenir.

Pasalnya, karena kontraktor dan sub kontraktor tersebut meminjaman uang ke rentenir dengan jaminan rumah dan mobil. Pinjaman itu akan jatuh tempo tanggal 25 September 2016 mendatang.

"Kalau sampai tanggal 25 September ini tidak ada uang, rumah dan mobil sub kontraktor saya akan disita," ungkap Direktur PT PNE Diana Safitri kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (20/9/2016).

Proses penagihan yang berbelit dan melelahkan, bahkan sampai dengan proses penyegelan oleh buruh juga tidak membuahkan hasil sampai hari ini. Pihak PT Bok Seng "memainkan" strategi negosiasi mulai tanggal 30 Agustus 2016 sampai hari ini.

"Bahkan ada perusahaan sub kontraktor kami yang tutup, karena semua modalnya sudah habis dan kini dikejar-kejar rentenir," tambah Diana Safitri.

Ada juga, lanjut Diana, sub kontraktor yang saat ini sedang sakit, tapi tidak ada biaya untuk operasi. Padahal, sakitnya sudah semakin parah. Semua uang dan aset milik kontraktor dan sub kontraktor telah tergadai, hanya untuk mengerjakan proyek dari PT Bok Seng.

Editor: Dardani