Minta Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Kapolda Siap Pertaruhkan Jabatan Demi Kondusifitas Kepri
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 13-08-2016 | 16:51 WIB
Kapolda-Sam1.jpg

Kapolda Kepri Brigadir Jendral Sam Budigusdian.

BATAMTODAY.COM, Batam - Menciptakan situasi di suatu wilayah menjadi kondusif, selalu menjadi upaya yang dilakukan aparat kepolisian. Namun, kondisi yang kondusif tersebut kerap dirusak oleh pihak tidak bertanggung jawab yang menjadi provokator.

Namun, Kapolda Kepri Brigadir Jenderal Sam Budigusdian dengan tegas mengatakan, akan mempertaruhkan jabatanya jika tidak bisa mengatasi kisruh yang terjadi di Kepri dan Batam secara khusus.

Penegasan tersebut ia sampaikan di hadapan para pengurus Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) dan PT Jaya Mandiri Sejahtera (JMS), selaku pemilik lahan di depan hotel Oasis, Kecamatan Batuampar, yang saat ini menuai kisruh.

Dalam hal ini, para pengurus gereja mendapat informasi bahwa akan ada penggusuran terhadap gereja oleh pihak perusahaan, sehingga spanduk penolakan dipasang di depan gereja.

Namun, pihak perusahaan justru kebingungan dengan aksi para pendeta. Mereka juga membantah akan menggusur gereja dan menutup lahan. Dalam kasus ini, perusahaan justru akan merogoh kasnya untuk mengganti biaya pengalokasian GBIS itu senilai Rp300 juta.

Bahkan, untuk sementara waktu perusahaan juga akan membiayai sewa ruko sebagai tempat gereja sementara hingga pembanunan gereja yang baru selesai.

Sam Budigusdian mengatakan, dengan adanya upaya yang dilakukan pendeta diduga karena terprovokasi pihak lain, tanpa mendengarkan penjelasan dari perusahaan. Apalagi, ini merupakan masalah rumah ibadah dan harus diselesaikan secara baik-baik.

"Dalam masalah ini, kita minta semua beritikad baik secara terbuka dan jangan terjadi seperti di Tanjungbalai Asahan," ujar Sam dalam pertemuan di Mapolresta Barelang, Kamis (11/8/2016).

Sam tidak akan main-main dan akan mempertaruhkan jabatannya jika terjadi kisruh. Bahkan, ia akan mencari siapa pun yang menjadi provokator dalam kasus ini. Tidak hanya untuk masalah satu ini saja, namun ketegasannya juga ditujukan pada siapa saja yang ingin merusak kondusifnya Kepri serta Batam secara khusus.

"Jangan salah persepsi dan terprovokasi, masalah ini harus diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak berlarut-larut. Apapun tentang kebenaran jangan mudah ditunggangi dan semua pihak harus berhati-hati mengambil tindakan. Jangan mudah dimanfaatkan," tegasnya.

Kapolda menyarankan, agar pihak gereja memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh perusahaan. Sam pun memberi deadline, dalam 1,5 bulan gereja tersbut dibongkar, sehingga lahan tersebut bisa dibangun sesuai peruntukannya.

"Pihak gereja jangan sia-siakan peluang ini, karena pemilik lahan sudah mau memberikan solusi terbaik," tambahnya.

Editor: Udin