Ternyata, Kolam Bekas Galian Beko di Tanjungbuntung sudah Telan Lima Korban
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 05-03-2016 | 10:38 WIB
IMG_20160304_191202.jpg
Jenazah Jojo saat berada di UGD RS Budi Kemuliaan Batam. (Foto: Romi Candra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tenggelamnya Jojo (9) di kolam bekas galian Kobelko di kawasan Tanjungbuntung, Jumat (4/3/2016) sore kemarin bukan kali pertama terjadi. Infonya kolam itu telah menelan lima korban, termasuk Jojo.

Menurut keterangan Lubis, salah satu krabat orangtua Jojo, keponakannya tersebut menjadi korban kelima. Sebelumnya juga ada bocah yang merupakan kakak beradik, tenggelam dan meregang nyawa di kolam bekas galian itu.

"Sudah banyak korban disana. Keponakan saya ini jadi yang kelima. Itu lahan milik perusahaan, tapi saya lupa apa namanya," ujar Lubis, di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Jum'at malam.

Ia juga menyayangkan sikap dari pemilik lahan sendiri, yang seakan membiarkan orang mandi-mandi di lokasi tersebut. "Ini bukan kali pertama kejadian, seharusnya pemilik lahan sudah memberi peringatan jangan mandi disana. Minimal ada dipasangi plang dilarang mandi. Tapi ini tidak sama sekali," sesalnya.

Sementara menurut Ikmal Akbar (12), bocah yang sering duduk-duduk bersama teman-temannya di sekitar lokasi kejadian, menyebutkan kalau tempat itu seperti sudah dijadikan objek rekreasi warga sekitar.

Rata-rata, orangtua membawa anaknya bermain ke lokasi itu. Bahkan ada juga pedagang kaki lima yang mencari peruntungan disana.

Untuk kolam itu lanjutnya, cukup luas. "Itu bekas galian beko, om. Banyak juga yang mandi-mandi disana. Kata orang-orang, korban sudah banyak yang tenggelam disana. Tempat itu juga tidak ada plangnya," terangnya.

Dengan kata lain, pihak keluarga Jojo sendiri berharap kejadian ini mejadi yang terakhir, dan pemilik lahan bisa memagari atau minimal memasang plang peringatan.

Baca juga : Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Beko di Tanjungbuntung

Meski telah menelan 5 korban nyawa, namun hingga berita ini diunggah, belum ada upaya keluarga korban untuk melaporkan pengusaha pemilik lokasi tersebut ke pihak Kepolisian atas dasar kelalaian sehingga mengakibatkan kematian seseorang.

Bahkan anehnya, pihak Kepolisian sendiri, seakan menutup mata atas kejadian tersebut dan memilih menunggu korban lainnya berjatuhan, sambil 'duduk manis' dibalik meja SPK-nya itu.      

Editor: Udin