Tindak Kriminalitas di Batam Meningkat Selama 2015
Oleh : Romi Chandra
Rabu | 30-12-2015 | 18:46 WIB
rilis-polresta-2015.jpg
Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Asep Safrudin bersama para kepala satuan saat memberikan press realese. (Foto: Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tindak kriminalitas yang terjadi selama tahun 2015 sebanyak 3.978 kasus. Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebanyak 142 kasus dibanding tahun 2014 sebanyak 3.836 kasus.

"Jika dilihat secara keseluruhan, pada 2015 tindak kejahatan meningkat dibanding 2014. Namun pengungkapan yang kita lakukan juga meningkat. Dari 3.978 kasus di 2015, mampu diungkap sekitar 2.058 kasus atau sekitar 51 persen. Pada 2014, ada 3.836 kasus dan berhasil diungkap 1.855 kasus, tidak sampai 50 persen," kata Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Asep Safrudin, saat press realese, Rabu (30/12/2015) sore.

Dijelaskan Asep, kejahatan yang terjadi di Batam terdiri dari berbagai jenis, mulai dari pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, pengeroyokan dan lainnya. "Ada sekitar 37 jenis kejahatan yang terjadi setelah kita pilah sesuai laporan yang masuk. Rata-rata dalam pengungkapan yang dilakukan, mengalami peningkatan dan penurunan," jelas Asep.

Dilihat dari jumlah tindak kriminalitas yang terjadi, jika dikalkulasikan dengan jumlah hari selama satu tahun, sekitar 11 kasus kejahatan terjadi setiap harinya. Kondisi tersebut menandakan Batam rentan terjadap kejahatan dikarenakan berbagai faktor, seperti ekonomi dan juga kurangnya personel kepolisian.

"Memang jika dilihat dari jumlah kasus, bisa saja dalam sehari terjadi 11 kasus. Namun kita terus berupaya menekan tindak kejahatan. Untuk saat ini, perbandingan jumlah polisi dengan jumlah penduduk di Batam sekitar 1.235.652 jiwa, adalah satu personel banding 400 jiwa penduduk Batam," tambahnya.

Karena itu, ia juga meminta agar masyarakat dan instansi terkait berperan aktif untuk menjaga keamanan dan kenyaman Batam. "Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan partisipasi dari tokoh masyarakat dan instansi lain, agar bisa bekerjasama menekan angka kriminalitas. Seperti contoh, banyak orang yang datang ke Batam tanpa dibekali keterampilan, sehingga menimbulkan pengangguran, mungkin pemerintah setempat bisa kembali menerapkan Peraturan Daerah tentang kependudukan (Perdaduk)," tuturnya.

Editor: Dodo