Ada 873 TPS di Batam yang Dianggap Rawan Konflik
Oleh : Ahmad Rohmadi
Senin | 07-12-2015 | 18:28 WIB
kapolres-pam-pilkada.jpg
Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin saat mengecek kesiapan personel pengamanan Pilkada serentak di Engku Putri. (Foto: Ahmad Rohmadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sebanyak 873 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh kelurahan di Batam dianggap rawan konflik pada saat proses pemungutan suara 9 Desember mendatang.

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin mengatakan dari total 1.638 TPS yang ada,  438 TPS masuk dalam kategori rawan satu dan 435 TPS kategori rawan dua dan selebihnya masuk dalam kategori aman.

"Kita harus prediksi yang terjelek, jadi saya sudah memetakan kerawanan baik di TPS maupun wilayah," kata Asep saat gelar pasukan pengamanan Pilkada di Lapangan Engku Putri, Senin (7/12/2015).

Tempat pemungutan suara yang masuk dalam kategori aman dijelaskannya adalah dua polisi akan mengamankan 6 TPS, sedangkan rawan satu, dua polisi mengamankan 4 TPS dan rawan dua, dua polisi akan mengamankan 2 TPS.

Dalam pemetaannya tersebut, Asep jelaskan melihat pengalaman pada pemilu sebelumnya yaitu pada pilihan legislatif dan pilihan presiden yang pernah terjadi konflik atau bencana alam.

"Jadi sejarahnya dulu pernah terjadi konflik kita akan tingkatkan pengamanannya," katanya.

Sementara jumlah personel yang akan diturunkan sekitar 2.000 personel yang dibantu dari TNI sedangkan yang akan turun langsung di TPS sebanyak 936 personel dari Polresta, Polsek dan Polda Kepri.

Dalam arahan yang diberikan kepada anggotanya, Asep menyampaikan bahwa Kepolisian harus netral, dan berada diluar lingkaran pertugas TPS serta dilarang mempengaruhi hasil didalam TPS.

"Jadi tugas kita hanya mengantisipasi jika ada kerusuhan," tegasnya.

Editor: Dodo