Perekonomian Kepri Masih Melambat di Triwulan III Tahun 2015
Oleh : Roni Ginting
Jum'at | 20-11-2015 | 16:58 WIB
gusti-raizal-harris.jpg
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri memberikan paparan kondisi ekonomi Kepri di Harris Hotel. (Foto: Roni Ginting)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tren perlambatan perekonomian Kepri masih berlanjut pada triwulan III 2015. Ekonomi Kepri tumbuh 5,72 % (yoy) melambat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 6,35 % (yoy).

Gusti Raizal Eka Putra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri mengatakan, perlambatan ekonomi dipengaruhi oleh kinerja tingkat konsumsi dan investasi tang juga masih pada tren melambat.

"Meskipun demikian, pertumbuhan Kepri masih yang tertinggi di regional Sumatera dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 4,73% (yoy)," kata Gusti, Jumat (20/11/2015) di Harris Hotel.

Dijelaskannya, dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi terutama dipengaruhi masih melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh melambat sebesar 6,89% (yoy) dan 0,32% (yoy) dibanding triwulan sebelumnya.

"Melambatnya investasi juga tidak lepas dari kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidakpastian sehingga investor cenderung mengambil sikap wait and see," Ujar Gusti.

Sedangkan inflasi Kepri di triwulan III 2015 sebesar 8,30% (yoy) meningkat dibanding periode sebelumnya yakni 8,21% (yoy). Tekanan inflasi masih bersumber dari kelompok inflasi volatile food and administered price, sementara pergerakan inflasi inti relatif stabil.

"Meningkatnya permintaan bahan pangan dan tradisi mudik menjadi faktor utama pendorong inflasi. Kekeringan di Jawa dan bencana kabut asap juga turut mempengaruhi pasokan bahan makanan ke Kepri," terangnya.

Akan tetapi, ditengah perlambatan ekonomi, kinerja perbankan menguat  terutama pada bank umum. Secara total, aset tumbuh 6,67% (yoy), DPK tumbuh 5,91% (yoy) dan kredit perbankan tumbuh 6,35% (yoy).

"Penguatan kinerja bank ditopang oleh kebijakan Bank Indonesia berupa pelonggaran loan to value untuk KPR dan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor," kata Gusti.

Editor: Dodo