Takut Pulang karena Belum Bayar SPP

Siswi SMK Muhammadiyah Batuaji Itu Telah Kembali ke Rumah
Oleh : CR12
Kamis | 15-10-2015 | 11:00 WIB
erma-suryani.jpg
Erma Suryani, siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Batuaji yang sempat menghilang kini telah kembali ke rumah. (Foto: Harun al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Erma Suryani (18), sebelumnya ditulis Hermah Suryani, telah kembali ke rumahnya dengan selamat di Tembesi Pos RT 003 RW 013 Rabu, (14/10/2015) sekitar jam 15.00 WIB. Siswi kelas XII SMK Muhammadiyah Batuaji ini enggan pulang  dengan alasan takut karena tidak membayar uang sekolah.

Ketika ditemui BATAMTODAY.COM di rumahnya Kamis, (15/10/2015) Erma mengatakan selama menghilang ia bersama Putri tinggal di salah satu kos-kosan yang berada di Tiban Koperasi. Untuk membayar kos seharga 500 ribu per bulan Erma mengaku mendapatkan uang dari hasil penjualan telepon genggam milik Putri.

"Takut pulang ke rumah bang, soalnya belum bayar uang sekolah. Jadi saya ngekos sama Putri di Tiban Koperasi. Kalo untuk bayar kos, putri jual HP-nya," kata Erma. Baca: Hermah Suryanti, Siswi SMK Muhammadiyah Batuaji Batam Belum Ditemukan

Dijelaskannya, sebelum menghilang ia sempat menginap di rumah Putri selama satu hari. Keesokan harinya, mereka mencari kos di daerah Tiban. Terpaksa mereka ngekos sebab belum membayar SPP sekolah.

"Saya tidur di rumah Putri satu malam, besoknya baru ke Tiban ngekos. Kata guru saya, kalo tidak bayar tidak boleh ikut ujian. Saya malu sama temen-temen yang pada bayar. Takut kalo pulang ke rumah juga. Jadi saya pergi saja sama Putri," jelas Erma.

Selama berada di kos daerah Tiban, ia hanya tinggl bersama Putri dan tidak mengetahui jika selama dia hilang, ia sempat menjadi buah bibir masyarakat lewat media massa maupun media sosial. Hingga Selasa (13/10/2015) baru ia sadar jika dirinya sedang dicari pihak keluarga dan polisi.

"Saya selama di sana (Tiban) tidak tahu kalu dicari-cari. Saya baru tau hari Selasa kemarin pas baca koran. Jadi saya pulang niat pulang sendiri kesini diantar kawan," ujar Erma

Editor: Dodo