Operasi Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api di Sumatera
Oleh : Ahmad Rohmadi
Selasa | 13-10-2015 | 15:46 WIB
asap_lahan_gambut_kundur.jpg
Kebakaran hutan. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Operasi gabungan dari Indonesia, Malaysia dan Singapura terus berupaya melakukan pengeboman air dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Air Sugihan, Cengal dan Indralaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasionalan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 10 helikopter dan pesawat  dikerahkan untuk melakukan water bombing di daerah tersebut.

"Enam helikopter dan dua pesawat Air Tractor dari Indonesia melakukan water bombing sebanyak 149 kali di daerah Air Sugihan dan Pedamaran Timur," kata sutopo kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (13/10/2015).

Helikopter Chinook Singapura telah melakukan water bombing 6 kali di Pedamaran. Sedangkan pesawat Bombardier Malaysia melakukan water bombing 13 kali di Cengal.

Sutopo juga menjelaskan bahwa hujan buatan juga terus dilakukan menyemai awan potensial. Keringnya cuaca menyebabkan awan yang terbentuk mandul dan terbatas jumlahnya. "Berdasarkan laporan 85 persen kebakaran berhasil dipadamkan setelah dilakukan water bombing," katanya.

Total keseluruhan sekitar 72,3 ton garam juga sudah ditaburkan di awan di daerah Sumatera Selatan sejak Agustus sampai saat ini.

Operasi udara tersebut akan diperkuat tambahan satu unit pesawat Hercules L382G bomber dari Australia yang mampu membawa air 15.000 liter dan direncanakan tiba akan tiba pukul 18.00 WIB dan akan dioperasikan sampai pekan depan.

Selain operasi udara, pemadaman di darat juga dilakukan oleh tim gabungan, sebanyak 3.694 personil dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan lainnya. Pembangunan sekat kanal di Air Sugihan sudah mencapai 3,84 km dan saat ini sedang dinormalisasi.

Sedangkan titik panas hotspot baru masih bermunculan. Tercatat ada 138 hotspot di Sumatera Selatan. Rawa gambut yang kering dan terlanjur terbakar menurutnya sulit dipadamkan karena daerah yang terbakar bukan hanya permukaan, bahkan hingga pada kedalaman 5 meter.

"Kepala BNPB, Willem Rampangilei, masih terus memimpin komando penanganan bencana asap di Sumsel," katanya.

Editor: Dardani