Wilayahnya Jadi Tempat Pembuangan Mayat, Ini Kata Kapolsek Sekupang
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 13-10-2015 | 14:26 WIB
IMG_20151012_123503.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Beberapa titik lokasi di Kecamatan Sekupang Batam yang sepi, menjadi tempat favorit untuk pembunuhan dan pembuangan mayat. Dari beberapa kasus pembunuhan yang mayatnya dibuang, lokus hukumnya di Polsek Sekupang. 

Catatan BATAMTODAY.COM, setidaknya ada 4 kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sekupang. Yaitu, Dwi Juli Anggi Spg di Mall BCS yang mayatnya ditemukan tewas di Bukit Dangas, Rabu (24/06/2015). 

Kemudian, warga juga menemukan bayi laki-laki di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) STC Sekupang. Minggu (20/09/2015). 

Selanjutnya, kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Batam, yaitu penemuan jasad Milenia Trisna Afiefa alias Nia (15) di hutan Seiladi, Minggu (27/09/2015). Dan kasus terakhir yang telah berhasil diungkap Polresta Barelang, adalah penemuan bos sebuah bar di kawasan lokalisasi di Sintai, Ros Duha (48), Sabtu (10/10/2015) lalu.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Sekupang Kompol Ferry Aprizon mengatakan, meski beberapa kasus penemuan mayat di wilyah hukumnya telah diambilalih oleh Polresta Barelang. Namun jajaranya tetap siaga mengantisifasi tindak kriminal.

Untuk menyikapi banyaknya kasus pembunuhan tersebut, kata Kompol Ferry Aprizaon yang belum gena sebulan menjabat sebagai Kapolsek Sekupang itu, dirinya telah memperintahkan anggota siang dan malam melakukan patroli rutin di lokas-lokasi sepi dan rawan.

"Semua anggota kita perintahkan tidak ada yang dikantor, kecuali yang piket. Semua melakukan patroli siang dan malam, untuk menilimalisir tindakan keriminal. Tapi pelaku sekarang pintar ngintip-ngintip, ketika kita sudah melintasi lokasi baru mereka melakukan aksinya," ujar Ferry kepada BATAMTODAY.COM.

Hal itu dilakukan sesuai intruksi Kapolresta Barelang agar lokasi yang rawan tindak keriminal bisa dilimalisir dengan adanya patroli rutin.

"Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa).  Juga, saya intruksikan untuk menjaga di wilayahnya masing-masing untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.

Tidak hanya melakukan patroli rutin siang dan malam, Ferry juga mengakui setiap pada hari Sabtu jajaranya langsung terjun ditengah-tengah masyarakat. Untuk mendengarkan keluhan-keluhan Ketua RT/RW serta lurah setempat.

"Kita saring keluhan-keluhan masyarakat. Itu suatu bentuk pencegaha, lebih dini. Mereka kebanyakan meresahkan anak-anak yang mengendarai sepeda motor dengan cara ugal-ugalan," pungkasnya.

Editor: Dardani