Atas Pertimbangan Khusus Kepala Sekolah SDN 002 Tembesi Terima Caca Kembali
Oleh : CR12
Senin | 12-10-2015 | 19:15 WIB
IMG00085-20151012-1032.jpg
Ruangan kantor guru tempat Caca menimba ilmu. (Foto: Harun Al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Peristiwa kaburnya Salsabilla Anisa Rusdi alias Caca (11) bersama sang pacar Dr (15), ditanggapi sangat serius oleh Gusmawati, Kepala Sekolah SDN 002 Tembesi, Batuaji, Kota Batam.

Saat ditemui BATAMTODAY.COM di ruangan Kantor SDN 002 Tembesi Batam, Senin (12/10/2015), Ibu Wati, sapaan akrab Gumawati, mengatakan, pihaknya sempat tidak mau menerima Caca kembali bersekolah di SDN tersebut.

Namun, setelah mempertimbangkan dengan berbagai alasan, akhirnya mereka memutuskan untuk tetap menerima Caca. Caca diterima kembali sekolah pun dengan salah satu syarat, yakni Caca tidak boleh mengulangi hal yang sama atau hal-hal lain yang berkaitan yang hampir sama. 

Syarat diterima Caca ini dituliskan dalam surat perjanjian diatas materai yang ditanda tangani orang tua wali dan pihak sekolah. Baca: Sempat Menghilang, Caca Kini Sudah Kembali ke Sekolah

"Sebenarnya kami tidak mau terima Caca lagi. Tapi karena orang tuanya memohon maka kami terima. Tapi penerimaan ini didahului dengan banyak sekali pertimbangan dan alasan. Kami terima dengan syarat caca tidak boleh mengulangi hal yang sama maupun hal-hal lainnya. Kami ada ko perjanjian dengan orang tuanya," jelas ibu wati.

Dalam perjanjian itu, apabila Caca mengulangi lagi, maka orang tua Caca akan mengeluarkan anaknya sendiri tanpa diminta.

"Kalo terulang kembali, tanpa kami keluarkan, orang tua Caca yang sendiri mengeluarkan anaknya. Jadi tanpa kami suru, orang tuanya sendiri yang nyuru keluar," ujarnya tegas.

Kepala sekolah SDN 002 Tembesi ini juga menghimbau kepada seluruh orang tua wali agar menjaga anaknya dan memantau segala aktifitas dimasyarakat. 

Ia juga mengatakan, sebaiknya anak-anak jangan diberikan HP yang canggih sehingga. Menurutnya, HP yang canggih sekarang mempermudah akses informasi yang seharusnya belum belum boleh dikonsumsi anak seumuran mereka.

"Dunia sekarang itu sudah canggih, banyak informasi yang didapat hanya dengan sekali sentuh. Kalau anak-anak dibiarkan demikian, maka informasi yang seharusnya tidak boleh mereka tau, sekarang sudah tau. Kalo bisa anak-anak jangan dikasih hp yang canggih deh. Biar mencegah kegituan. Orang tua juga harus lebih memperhatikan anak-anak ketika ada diluar rumah," ujar Ibu Wati.

Editor: Dardani