Aktivitas Gelper Meresahkan Masyarakat Hinterland Batam
Oleh : Hadli
Sabtu | 10-10-2015 | 15:27 WIB
gelper-happy-game1.jpg
Gelper Happy

BATAMTODAY.COM, Batam - Gerakan Pemuda Nelayan Pulau-Pulau Indonesia (GPNPI) menilai, aktivitas perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) di Batam sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat hinterland. 


"Keberadan gelper tidak ada dampak positifnya untuk masyarat. Banyak pemuda dan nelayan yang terlena dengan aktivitas gelper ini," kata Ketua GPNPI, Yosef Dias di Batam Center,  Sabtu (10/10/2015). 

Aktivitas perjudian berkedok gelper itu, tambahnya, membuat resah masyarakat. Karena, kegiatan itu jelas  menghancurkan mental. Kebelakangan ini dirinya banyak menerima keluhan. 

"Sudah banyak saya mendapat pengaduan. Semua pengaduan itu meresahkan. Semua karena kehadiran gelper. Laporan yang masuk terbanyak dari kawasan Batuaji dan sekitarnya," kata Yosep kembali. 

Ada atau tidaknya legalitas gelper tersebut, menurut Yosef Dias, aktivitas itu sudah menjadi ancaman. Setiap hari selalu ada keributan di rumah tangga karena pengahasilan bekerja yang seharusnya dibawa pulang, justru dipertaruhkan dulu di "mesin untung-untungan" itu. 

"Pemerintah dan aparat kepolisian seharusnya lebih peka dengan dampak negatif yang muncul dari aktivitas gelper itu. Karena tidak tertutup kemungkinan akibatnya terjadi tindak kejahatan," ujarnya. 

Penyelusurannya sendiri, ungkap Yosef Dias, ditemukan sejumlah lokasi gelper bukan lagi menjadi tempat permainan. Namun lebih tepatnya lagi sudah merupakan tempat aktivitas perjudian. "Silahkan perhatikan sejumlah lokasi gelper. Itu bukan gelanggang permainan, tetapi sudah berbau judi," jelas dia. 

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan yang berujung penyegelan permanen Gelper Happy Game yang terletak di lantai III Sagulung Mall (sebelumnya Pasar Perumnas) Blok C1, C2 dan C3  oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) Kota Batam, ternyata hanya formalitas saja. Hanya untuk pencitraan belaka, tidak lebih. 


Editor: Dardani