Ada Pembiaran Bisnis Prostitusi Asing di Batam
Oleh : Romi Candra
Rabu | 07-10-2015 | 16:12 WIB
lokalisasi.jpg
Ilustrasi pekerja seks. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tempat-tempat hiburan malam di Batam, seperti pub atau room KTV, ternyata tidak hanya menyediakan wanita penghibur yang lebih dikenal dengan sebutan 'PR' (Public Relation) lokal saja. Sebagian PR itu didatangkan dari negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand dan Tiongkok. Sialnya, Imigrasi Batam terkesan tutup mata. Ada apa? 

Investigasi BATAMTODAY.COM, saat ini para wanita penghibur impor itu dihadirkan di KTV Billiar Center, M2, I Hotel, S Hotel dan beberapa tempat lainnya. Kabarnya, germo atau mami para wanita asing ini berinisial Am.

Untuk para tamu yang memesan room karaoke, nantinya si mami akan datang menawari apakah mau ditemani wanita hingga mau dilayani behubugan seks. Mereka pun mematok harga yang berbeda dan dibayar mengunakan dollar Singapura.

Jika PR lokal yang dibayar untuk cas duduk senilai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, tapi untuk PSK asing ini ditawari dengan nominal $50 Sing, untuk menemani duduk saja. Namun jika tamu tertarik dan ingin membookingnya, para tamu harus mengeluarkan isi kocek senilai $350 Sing.

"Tarif kami berbeda, bang. Kalau kami yang lokal ini paling tinggi cas duduk dikasih empat ratus ribu. Kalau mereka yang dari luar itu, mainnya dolar Singapura. Ada juga sekarang sistem baru, tamu itu bayar lima puluh dolar untuk menemani dua jam duduk saja. Intinya bayaran mereka lebih mahal dari kami," tutur seorang PR lokal kepada BATAMTODAY.COM, di Billiar Center.

Bisnis prostitusi yang dijalankan para mafia perdagangan manusia ini sudah berlangsung lama di Batam. Bahkan semakin hari semakin banyak yang menjalankan bisnis 'lendir' ini.

Kondisi ini pun dipermudah dengan kurangnya pengawasan. Bahkan, ada indikasi pembiaran yang dilakukan pihak Imigrasi Batam. Karena selama ini tidak ada tindakan tegas untuk mereka. 

Data BATAMTODAY.COM, Imigrasi Batam terkahir kali mengamankan 4 wanita asal Vietnam yang diduga dipekerjakan sebagai PSK, Jumat (2/5/2015) lalu, di Swiss Bel Hotel, kawasan Harbour Bay Jodoh Batam.

Mereka berhasil diamankan setelah dipancing keluar melalui salah seorang mucikari dan dibawa ke Swiss Bell Hotel. "Petugas kita berpura-pura menjadi pelanggan dan membooking mereka. Begitu datang, langsung kita amankan dan dibawa ke Kantor Imigrasi untuk diperiksa," kata Kabid Wasdakin Imigrasi Batam, Rafli, Rabu (6/5/2015) lalu.

Dari identitas paspor yang dimiliki keempat wanita tersebut, mereka masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kemudian, mereka dibawa ke Batam untuk dipekerjakan sebagai wanita malam.

"Dari paspor mereka, ada yang baru pertama kali datang ke Indonesia dan ada yang sudah beberapa kali," imbuhnya. 

Editor: Dardani