Kepala Lapas Anak Batam Pilih Bungkam Soal Noldi
Oleh : Hadli
Selasa | 06-10-2015 | 18:15 WIB
kunjungan-komisi-viii.jpg
Rombongan Komisi IV DPR RI pada saat mengunjungi Rutan LPKA Batam. (Foto: Dok Batamtoday.com) 

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala  Lembaga Pembinaan Khusus Anak ( LPKA) Kelas II B Batam, Amam Saifulhaq tidak bersedia menanggapi adanya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Barelang yang mendapat perlakukan khusus dengan menempati LPKA. 

Arman Saifullaq yang dikonfirmasi pada Senin (5/10/2015) petang berdalih telah melaporkan alasannya kepada Komisi VIII DPR RI pada saat mengunjungi gedung exs Rumah Tahanan Negara (Rutan) Baloi Klas IIA yang dialih fungsikan sebagai gedung LPKA Klas II B, Batam.

"Mungkin bapak pada saat itu tidak hadir liputan saat Komisi VIII DPR berkunjung. Hal itu sudah saya sampaikan kepada rombongan," katanya via telepon. Baca : DPR RI Soroti Kendala Pembangunan LPKA Batam

Namun Arman tidak bersedia menanggapi saat disinggung, kenapa yang menjadi catatannya mafia minyak ilegal yang menempati ruang LPKA  Kelas II B Batam. 

Pada Selasa (6/10/2015) siang, BATAMTODAY.COM kembali mengonfirmasi Arman Saifullaq. Namun pertanyaan berapa orang warga binaan Lapas Barelang  serta berapa jumlah anak di bawah umur yang menempati gedung LPKA  Kelas II B Batam saa ini, tidak mendapat respon melalui pesan singkat. 

Diberitakan sebelumnya, Noldi Christi alias Odi, terpidana 40 bulan penjara mendapat pelayanan special dari 'negara'. Raja minyak wilayah daratan di Batam itu tidak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Barelang, Batam selayaknya terpidana lainnya yang telah divonis Majelis Hakim Negri Batam. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Noldi dipindahkan dari Lapas Barelang. Saat ini Ia dikabarkan lebih leluasa setelah menempati Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak di Baloi, eks Rutan Klas II A, Batam. Baca : Inilah Perlakuan 'Spesial' Lapas Batam Buat Bang Napi Noldi

Sementar itu, sumber BATAMTODAY.COM lainnya mengungkap, banyak warga binaan Lapas Barelang yang ingin dan telah mengurus pindah ke Lapas lainnya di wilayah Kepri. Salah satunya adalah di Lapas Klas IIA Tanjungpinang. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan warga binaan untuk pindah lapas. Karena alasan, Lapas Klas II A Batam lebih ketat. 

"Kalau saat ini bisa mengurus pindah ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak Baloi tentunya banyak warga binaan yang bersedia mengeluarkan biaya. Karena lebih enak di sana," kata mantan warga binaan Lapas Barelang yang minta identitasnya dirahasiakan. 

Editor: Dardani