Wali Kota Batam Belum Ambil Sikap Atasi Kabut Asap
Oleh : Hadli
Kamis | 01-10-2015 | 12:17 WIB
kabut-asap-wtb.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Kondisi udara di Batam masih di ambang berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan wilayah Sumatera daratan yang tak kunjung padam sejak awal September lalu.

Pada Kamis (1/10/2015) pagi, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Batam di atas 200 PSI. 

"ISPU pukul 10.00 WIB di angka 241 PSI," kata Kepala Bapedal Kota Batam Dendi Purnomo kepada BATAMTODAY.COM

Dampak kebakaran hutan wilayah Sumatra daratan menimbulkan asap yang tidak bagus untuk dihirup. Pencemaran udara yang sudah terjadi 1 bulan ini di Batam belum juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. 

Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah daerah dalam hal ini Bapedal dan Dinas Kesehatan dengan  membagikan masker kepada masyarakat khusus pengguna kendaraan bermotor serta memberikan imbauan agar mengurangi aktivitas di luar rumah serta hendaknya menggunakan masker jika sedang berada di luar ruangan.

Rapat bersama yang digelar pada Rabu (30/9/2015) membahas dampak kabut asap di Batam yang dihadiri pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ikatan Dokter Indonesia serta dokter ahli. Namun Wali Kota Batam belum juga memberikan keputusan mengatasi kabut asap yang sudah berbahaya. 

"Ini mau rapat," kata Dendi menjawab bagaimana keputusan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatasi dampak kabut asap kebakaran hutan di wilayah Sumatera daratan.

Hingga hari ini, kondisi udara di Batam akibat kabut asap belum juga membaik. Namun pemerintah setempat lagi-lagi masih akan berkoordinasi untuk mengambil langkah menyikapi kondisi kabut asap yang terus memburuk.

Editor: Dodo