Polisi Sulit Ungkap Kasus, Kinerja Instansi Tergantung Sikap Pemimpin
Oleh : Romi Chandra
Senin | 14-09-2015 | 17:28 WIB
dwi-ria-latifa.jpg
Anggota Komisi III DPR RI Dwi Ria Latifa.

BATAMTODAY.COM, Batam - Sulitnya pengungkapan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di Batam karena minimnya barang bukti atau kurang pesonel, bukanlah menjadi alasan bagi kepolisian dalam bekerja. Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI Dwi Ria Latifa, saat berkunjung ke Mapolresta Barelang, Senin (14/9/2015).

Politisi PDI-P yang membidangi masalah hukum ini, meyakini kalau Polri dapat mengungkap kasus sebesar apapun jika dilakukan dengan maksimal.

"Sudah banyak buktinya. Ada kasus-kasus besar yang terjadi, dan bisa diungkap kepolisian kita saat negara lain belum mampu mengungkapnya. Intinya harus meningkatkan kinerja lagi," ungkapnya.

Menurutnya, kinerja suatu instansi, apakah itu kepolisian atau lainnya, memang ditentukan dengan sikap pemimpinnya. Bagaimana seorang pemimpin bisa memberikan inovasi, semangat, kenyamanan dan kesejahteraan untuk anggotanya sangat berpengaruh unuk hasil pekerjaan yang dilakukan.

"Semangat anggota itu sangat ditentukan dengan sikap pemimpin. Jika pemimpin bisa berinovasi, memberikan kenyamanan dan kesejahteraan untuk anggota, saya yakin semua kasus akan terungkap," terangnya.

Dilihat dua tahun belakangan ini, ada beberapa kasus besar di Batam, berupa pembunuhan yang belum terungkap, seperti pembunuhan terhadap Maria Sui Mui, pegawai asuransi yang ditemukan tewas di kawasan Perumahan Greenland, pembunuhan terhadap Laude Umar di kos-kosan perumahan Baloi Kesehatan tanggal 17 Mei 2014 lalu, dan pembunuhan terhadap Rangga, di rumah makan Kota Buana samping Palm Spring Simpang Gelael, 5 Agustus 2014 lalu.

Dilanjutkan dengan pembunuhan terhadap Ambok Maik, warga Kavling Nongsa. Ayah dua anak itu, dibantai hingga jenazahnya ditemukan tanpa kepala di Pulau Punpun Galang tanggal 19 Oktober 2014 lalu. Kemudian pembunuhan dua wanita malam, yakni Siska yang ditemukan tewas dengan luka cekik di leher di lokalisasi liar Bukit Senyum, tanggal 25 Desember 2014 dan pembunuhan terhadap Lili Rolita yang ditemukan tewas tanpa busana di penginapan Nagoya Inn tanggal 27 Desember 2014 lalu.

Ditambah akhir-akhir ini kasus pembunuhan SPG cantik, Dwiwana Juli Anggi (18), yang ditemukan tewas di pinggir jalan Bukit Dangas, Sekupang Rabu (24/6/215) lalu. Terakhir, pembunuhan terjadap Try Chintya Prasetya, gadis cantik yang ditemukan dengan leher digorok di parit dekat Vistta Hotel, Sabtu (8/8/2015).

Menurut Latifa, kasus-kasus tersebut bisa diungkap jika antara pemimpin dan anggota bersinergi. "Spirit anggota akan terbangun jika hal tersebut bisa sejalan. Saya sangat yakin," tambahnya.

Ia juga mengakui, semua pengungkapan terebut juga tidak terlepas dari anggaran yang harus dikeluarkan selama proses penyelidikan, baik untuk sarana maupun prasarana.

"Ditambah lagi dengan permintaan Polda Kepri yang memerlukan tambahan anggaran, semua itu sudah menjadi notulen dalam pembahasan nanti di DPR agar kepolisian di Kepri dan Batam khususnya memiliki sarana yang lengkap," pungkasnya.

Editor: Dodo