Soerya Yakin Masyarakat Kepri Sangat Siap Hadapi MEA
Oleh : Roni Ginting
Jum'at | 11-09-2015 | 15:29 WIB
soerya-unrika.jpg
Soerya Respationo berfoto bersama dengan mahasiswa Universitas Putera Batam usai memberikan memberikan kuliah umum di Pengenalan Perkuliahan dan Kampus (P2K).

BATAMTODAY.COM, Batam - Dibandingkan dengan daerah lain, masyarakat di Provinsi Kepri khususnya Batam dinilai lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi  Asean (MEA). Pasalnya, Batam sudah lebih dulu merasakan MEA dalam bentuk Kawasan Free Trade Zone (FTZ).

"Masyarakat Kepri sudah terbiasa seperti ini. Coba lihat saja di Mukakuning, Batuampar. Kita semua bisa bersaing dengan orang luar," kata calon Gubernur Kepri Soerya Respationo saat memberikan kuliah umum di Pengenalan Perkuliahan dan Kampus (P2K) di Kampus Putera Batam, Jumat (11/9/2015).

Hal itu membuat Soerya yakin dan percaya jika MEA diterapkan akhir tahun nanti, masyarakat Kepri justru mendapatkan keuntungan. 

"Menghadapi MEA nanti, harus dilihat sebagai peluang bagi kita. Saya yakin,kita akan baik-baik saja," kata mantan Wakil Gubernur Kepri ini.

Lalu, bagaimana seharusnya mahasiswa menyikapi hal ini? Menurut Soerya mahasiswa harus memiliki kualifikasi yang tinggi dan tidak menjadi mahasiswa yang hanya mengejar IPK tinggi. 

"Harus punya soft skill (kemampuan) dan kompetensi. Karena nantinya, lulusan perguruan tinggi Indonesia tidak hanya bersaing dengan lulusan lokal saja, akan tetapi juga dengan lulusan internasional," kata Soerya.

Sebelumnya, ketua Yayasan Putera Batam Sahat Sianturi mengharapkan para mahasiswa yang baru untuk mulai merubah cara pikirnya. 

"Pengenalan ini merupakan sarana transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Untuk itu, Saya berharap siswa juga dapat mengupgrade kemampuannya," kata Sahat.

Hal ini penting juga agar nantinya setiap mahasiswa dapat bersaing tidak hanya dengan para mahasiswa lokal saja, akan tetapi dengan mahasiswa dari masyarakat internasional. Acara pengenalan kampus ini juga dihadiri oleh Rektor Nur Elvi Husda, ketua Komisi III DPRD Kepri Saproni dan anggota DPRD Kepri Asmin Patros dan Widiastadi Nugroho.

Editor: Dodo